Segalah puji dan syukur KepadaNya ALLAH Subhanahu Wa Taala atas segalah rahmat dan hidayaNya pada kita semua karena sampai hari ini kita masih diberi kesehatan. Alhamdulillah pada kesempatan ini admin sedikit akan berbagi tentang kisah perjalanan hidup Pimpinan Pondok Pesantren As’adiyah Prof. Dr. H. M. Rafii Yunus Martan, MA yang merupakan refrensi dari terbitan Majalah Mimbar As’adiyah Edisi 1 yang baru baru terbit.

Tak pernah terbayangkan dalam benak Anregurutta Prof. Dr. H. M. Rafii Yunus Martan, MA jika dikemudian hari akan menjadi pemimpin organisasi / lembaga pendidikan besar dengan ratusan cabang yang tersebar dilebih dari setengah jumlah provinsi seantero nusantara, yakni Pesantren As’adiyah yang berpusat di Jalan Veteran Sengkang Sulawesi Selatan.

gurutta rafii

Beliau mengawali jenjang pendidikan dengan belajar di Madrasah Arabiyatul Islamiyah (MAI) Belawa yang didirikan oleh Ayahanda Anregurutta Kyai Haji Yunus Maratan pada usia 6 tahun atau sekitar tahun 1947. pada masa itu Gurutta belajar kita kuning dan Bahasa Arab dari Ayahanda (Gurutta Yunus Maratan) sedangkan menghafal Al-Qur’an beliau dibina lansung oleh Anregurutta Kyai Haji Abdul Malik Muhammad.

Setelah tamat di Madrasah Arabiyatul Islamiyah (MAI) Belawa sekitar tahun 1953 beliau hijra ke Sengkang Kabupaten Wajo mengikuti Ayahanda (Gurutta Yunus) karena permintaan Anregurutta Kyai Haji Daud Ismail untuk didampingi bersama sama memimpin dan mengelolah Pondok Pesantren (Ponpes) As’adiyah peninggalan AlAlimul Allamah Anre Gurutta H. M. As’ad (Dalam masyarakat Bugis dahulu beliau digelar Anre Gurutta Puang Aji Sade‘)

Sementara itu Gurutta Rafii kembali melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah MAI (Madrasah Arabiyatul Islamiyah) namun tidak tamat dan beliau hijra ke Ujung Pandang (Makassar) untuk kembali melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Unggulan Makassar dan tamat pada tahun 1960. Setelah itu beliau kembali melanjutkan pendidikannya di bangku perkuliahan Universitas Hasanuddin ( Fakultas Sastra) hingga pada tahun ke 3 Gurutta menderita sakit dan sempat dirawat sekitar 2 bulan.

Setelah beliau pulih dan dinyatakan sudah sembuh Gurutta kembali mendatangi kampus untuk melanjutkan kuliahnya, namun apa daya dan karena sesuatu hal gurutta tampaknya tidak mendapat respon positif dari pihak kampus sehingga beliau pada masa itu tidak sempat menyelesaikan studinya di Fakultas Sastra UNHAS Makassar.

Lanjut kisah bag 2

Facebook Comments