Gurutta H. Muhammad As’ad menyatakan bahwa manfaat memperingati Maulid itu sungguh banyak sekali, di antranya :

-Mewujudkan kasih sayang antara sesama muslim, karena mereka berkumpul dalam melaksanakan perbuatan yang baik.

-Memperbaiki iman dan melahirkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, karena kita dapat lebih memahami kepribadian dan akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

  • ­Memperkukuh iman, bahwasanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam betul – betul sebagai Rasul Allah karena memiliki beberapa mukjizat
  • Menjelaskan jalan yang pernah dilalui Oleh Nabi Muhammad saw, menuju kepada kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat.
  • Memudahkan untuk mengikuti sunnah Nabi, karena melalui peringatan maulid itu dijelaskan tentang sejarah kehidupan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
  • Menjelaskan bahwa Sesunggunya Nabi Muhammad saw sebagai suri teladan yang paling sempurna
  • memberi pemahaman tentang bagaimana caranya menghadapi problem hidup sebagaimana cara Nabi saw menghadapi berbagai problem hidup ketika ia meninggalkan tempat kelahirannya di Mekkah ke Madina. Semuanya itu ia lakukan dengan penuh kesabaran dan ketabahan untuk menjalankan perintah dari Allah swt, dalam memberi petunjuk kepada ummat manusia untuk keselamatan manusia di dunia dan di akhirat kelak.

Masih menurut Gurutta H. Muhammad As’ad, ada banyak tujuan orang muslim memperingati Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, di antaranya memperingati Maulid karena ingin dimudahkan rezekinya oleh Allah swt, juga ada yang bermaksud untuk mendapatkan keselamatan, dan ada pulah menjadikan taf’ul. Gurutta H. Muhammad As’ad menyatakan bahwa tujuan tersebut pada perinsipnya adalah baik, dan kemungkinannya juga benar, karena yang namanya amal baik sangat bergantung pada niat pelakunya. Apa yang diniatkan itulah yang didapatkan dari Allah swt.

Sebagai contoh, seorang yang memperingati Maulid karena tujuannya adalah untuk dimudahkan rezekinya oleh Allah maka itulah yang akan diprolehnya. Meskipun demekian, kata Gurutta H. Muhammad As’ad, sesunggunya tujuan yang paling mendasar dalam memperingati Maulid adalah hendak memahami dengan sesunggunya pribadi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, melalui sejarahnya dengan harapan dapat meneladaninya. Allah swt melantik Muhammad saw sebagai seorang Nabi memang tujuan utamanya adalah menjadi contoh dan teladan yang sempurnah.

Lebih lanjut kata Gurutta H. Muhammad As’ad bagaimana mungkin mengikuti teladan dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kalau seorang tidak mengatahui kehidupandan akhlaknya. Dengan demikian, setiap Muslim wajib memahami dan mengikuti akhlak Rasulullah, dan juga mengajarkan kepada anaknya. (Mimbar As’adiyah)

Facebook Comments