Keberhaslian  Anre Gurutta KH. Abul Malik dalam memimpin cabang Madrasah As’adiyah di Belawa, menjadi pertimbangan utama para peserta Mukmatar VIII As’adiyah di Kota Sengkang pada tanggal 14-16 Juni 1988 memilih beliau sebagai Pimpinan  As’adiyah yang V.

Terpilihnya sebagai Ketua Umum dalam Mukmatar VIII As’adiyah.. Merupakan amanat besar dalam mengembangkan Perguruan As’adiyah kedepan. Setelah melengkapi personalia kepengurusannya, beliau senantiasa mengharapkan keaktipan para pengurus untuk membantunya mengembangkan As’adiyah. Harapan  beliau, semoga Allah swt. senantiasa mencurahkan hidayah taufiknya kepada segenap Pengurus Besar agar mereka dapat berbakti sebaik-baiknya kepada As’adiyah perguruan yang kita banggakan ini.

Program pertama yang dilakukan beliau adalah melakukan rapat konsolidasi yang dihadiri oleh lembaga-lembaga yang berada dibawah naungan Perguruan As’adiyah termasuk cabang-cabang untuk mengetahui permasalahan yang ada pada masing-masing lembaga, setelah itu barulah beliau mengadakan Rapat Kerja untuk menentukan skala prioritas yang harus dikerjakan oleh Pengurus Besar beserta Ketua-Ketua Bidang Majlis.

AG.H. Abdul Malik sebagai Ketua Umum pengurus Besar As’adiyah memanfaatkan potensi Alumni As’adiyah yang telah sukses di berbagai bidang, dan memperkuat jaringan baik dalam negeri (pemerintah, pengusaha) maupun jarangan luar negeri (Pemerintah Saudi Arabiyah dan Universitas al-Azhar Kairo Mesir). Pembangunan fisik pada areal lahan 10 hektar, atas bantuan Pemerintah Pusat sebesar 2 (dua) milyar.

Setelah beberapa bulan Gurutta H. Abdul Malik  yang luas bersikap ini sudah melakukan terobosan  dengan melayangkan permohonan bantuan langsung  kepada Negara dengan proyek pembangunan kampus  berareal 10 hektar dengan anggaran yang diharapkan dari Presiden itu kurang lebih 2 milyar rupiah.

Pada tanggal 14 Juni 1989, beliau menandatangani serah terima Asrama santri dari Pemerintah Kabupaten Sidrap, yang dibangun diatas areal tanah wakaf  milik Perguruan As’adiyah, kemitraan yang saling menguntungkan terbina dengan baik selama kepengurusan beliau dengan berbagai pihak.

Renovasi pembangunan asrama santri yang berlokasi di Lapongkoda Sengkang juga tetap mendapat parioritas, ditambah dengan pembangunan Rumah Dosen yang diperuntukkan kepada tenaga Dosen bantuan luar negeri.

Terjalinnya hubungan luar negeri dengan baik, terutama kepada Raisul Biitsah sehingga beliau berhasil mendapatkan bantuan Tenaga Pengajar dari Mesir dan Beasiswa yang diperuntukkan kepada para santri dan santriwati. Selain pembangunan fisik, pengembangan bidang pendidikan dan pengajaran serta dakwah Islamiyah juga tetap mendapat prioritas. Pembinaan tenaga pengajar  Pada semua tingkatan mendapat pembinaan khusus dengan tetap memperhatikan kesejahtrannya.

Pengajian dengan sistim khalaqah yang selama ini tetap berjalan lancar sebagaimana biasanya, baik pengajian sesudah shalat Maghrib sampai shalat Isyah, begitu juga pengajian setelah shalat subuh, dan pengajian siang  ba’dah dhuhur tetap berjalan, kecuali kalau AG.H. Abdul
Malik berada diluar daerah.

pada bidang lain tentunya bidang pendidikan dan  pengajaran, paling menonjol menjadi perhatian beliau adalah kondisi masyarakat pada umumnya dan masyarakat pedesaan pada khususnya yang jauh terpencil dari jangkauan dakwah, sehingga paling banyak menyita waktu beliau untuk melayani mereka pada saat  bulan-bulan Maulid dan Isra Mi’raj”.

AG. H. Abdul Malik juga tetap mengembangkan dakwah Islamiyah melalui ceramah agama ke beberapa masjid dan majilis taklim, terutama pada bulan Ramadhan, bulan maulid dan bulan mi’raj. Undangan untuk mengadakan ceramah Ramadhan, bulan Maulid maupun bulan Mi’raj, biasanya sekaligus juga digunakan sebagai momentum mengunjungi cabang-cabang As’adiyah.

Sumber : Drs. H. Azhar Nur, MA., MUI Provinsi SULSEL

 

Facebook Comments