Media Center As’adiyah — Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI) XIX Se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tahun 2026 akan digelar di Universitas Islam As’adiyah (UNISAD) Sengkang. Kegiatan bertajuk “Tirai Terbuka, Panggung Bersua” ini resmi menunjuk UKM Seni Sinkretis UNISAD sebagai tuan rumah pelaksana.
FTMI merupakan forum seni teater mahasiswa yang berdiri sejak tahun 2001 dan diselenggarakan secara independen oleh kolektivitas mahasiswa seni di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Selama 25 tahun perjalanannya, FTMI konsisten menjadi ruang alternatif bagi mahasiswa untuk mengekspresikan gagasan, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat ekosistem seni teater di kawasan Indonesia Timur.
Penunjukan UKM Seni Sinkretis UNISAD sebagai tuan rumah FTMI XIX ditetapkan melalui rembuk FTMI XVIII yang berlangsung pada Sabtu, 26 Oktober 2024, pukul 03.20 WITA, bertempat di Universitas Hasanuddin, melalui forum SPaSI UNHAS. Keputusan tersebut diambil secara kolektif dengan mempertimbangkan kesiapan penyelenggara serta komitmen dalam menjaga keberlanjutan FTMI.
Penyelenggaraan FTMI selama ini dilakukan secara bergilir di berbagai daerah. Pola estafet ini bertujuan memperkuat konektivitas, solidaritas, dan jejaring antarkomunitas teater mahasiswa. Memasuki usia ke-25 tahun, FTMI mengusung tema besar “Memelihara Teater Indonesia Timur melalui Panggung Warisan Budaya yang Bersanding dengan Realita”, sebagai refleksi atas relasi antara tradisi, identitas lokal, dan dinamika sosial kontemporer.
FTMI XIX di Sengkang tidak hanya berfokus pada pementasan teater. Berbagai agenda pendukung turut dirancang untuk memperluas ruang dialog dan pertukaran gagasan. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Karnaval Budaya, Pembukaan FTMI XIX, Pementasan Teater, Bincang Karya, Seminar yang mengangkat isu budaya, agama, dan profesi, Panggung Bebas Ekspresi, Workshop keaktoran, penyutradaraan, dan penulisan naskah, Rembuk FTMI, hingga acara Penutupan.
Melalui penyelenggaraan FTMI XIX, Universitas Islam As’adiyah Sengkang diharapkan menjadi ruang temu bagi seniman muda mahasiswa, sekaligus memperkuat posisi Sengkang sebagai salah satu simpul penting perkembangan seni pertunjukan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.(nm)