
Media Center As’adiyah — Pondok Pesantren As’adiyah menerima santri baru dengan latar belakang pendidikan internasional pada tahun ajaran ini. Santri tersebut bernama Muhammad Hafizh Rafhan, alumni SD Chidori (Chidori Shogakkō), Kota Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, yang memutuskan melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren As’adiyah setelah menempuh pendidikan dasar di Negeri Sakura.
Kehadiran Hafizh menjadi kebanggaan tersendiri bagi As’adiyah. Kepercayaan keluarga Hafizh untuk menitipkan pendidikan putranya di pesantren ini menunjukkan bahwa As’adiyah tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu pilihan masyarakat Indonesia yang menetap di luar negeri dalam mencari lembaga pendidikan yang mampu mengintegrasikan ilmu agama, pembinaan akhlak, dan pendidikan karakter.
Muhammad Hafizh Rafhan merupakan putra pasangan Muh. Anwar Amin dan Rahmawati Agussalim. Meski lahir di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Hafizh telah tinggal di Jepang sejak berusia sekitar lima tahun bersama kedua orang tuanya. Selama di Jepang, ia menyelesaikan pendidikan di SD Chidori dan sempat mengikuti pendidikan sekolah menengah pertama selama kurang lebih tiga bulan.
Keputusan melanjutkan pendidikan di Indonesia dilandasi keinginan keluarga agar Hafizh memperoleh pendidikan agama yang lebih kuat. Menurut sang ibu, Rahmawati Agussalim, rencana tersebut telah dibicarakan sejak Hafizh masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar.
“Karena di sana agamanya kurang, saya tanya dari sejak kelas lima SD, ‘Nak, bagaimana kalau nanti SMP lanjut di Indonesia saja, pesantren?’ Terus anak saya bilang, ‘Iya, boleh ji,'” tutur Rahmawati.
Sebelum menentukan pilihan, keluarga mencari berbagai informasi mengenai pesantren melalui media sosial, mesin pencari, serta rekomendasi dari teman dan kerabat. Pengalaman salah seorang keponakan yang lebih dahulu menempuh pendidikan di As’adiyah turut menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Rahmawati mengungkapkan bahwa pilihannya akhirnya jatuh kepada Pondok Pesantren As’adiyah setelah mempertimbangkan kualitas pendidikan agama, pembinaan akhlak, rekam jejak para alumninya, serta fasilitas yang dimiliki pesantren.
“Saya lihat alumni-alumninya bagus. Dari agamanya, akhlaknya, kemudian saya lihat juga di website fasilitas-fasilitasnya. Setelah saya bandingkan dengan beberapa pesantren, menurut saya As’adiyah lebih bagus dan lebih baik,” ujarnya.
Kesungguhan keluarga dalam mengantarkan Hafizh menempuh pendidikan di Pondok Pesantren As’adiyah terlihat dari keputusan mereka untuk kembali ke Indonesia secara khusus. Rahmawati beserta suami memperoleh izin dari tempat kerjanya di Jepang selama satu bulan untuk mendampingi putranya menjalani masa awal pendidikan di pesantren. Sementara itu, adik-adik Hafizh juga mendapatkan izin dari sekolah mereka di Jepang selama periode yang sama agar dapat ikut mengantar dan menghabiskan waktu bersama sang kakak sebelum keluarga kembali ke Jepang.
Selama berada di Indonesia, keluarga akan memanfaatkan waktu tersebut untuk beberapa kali menjenguk Hafizh dan membantunya beradaptasi dengan lingkungan pesantren. Setelah masa pendampingan berakhir, kedua orang tua Hafizh beserta adik-adiknya kembali ke Jepang, sementara Hafizh melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren As’adiyah dengan dukungan keluarga besarnya di Sulawesi Selatan.
Kehadiran Muhammad Hafizh Rafhan menjadi salah satu bukti bahwa Pondok Pesantren As’adiyah terus memperoleh kepercayaan masyarakat, termasuk keluarga diaspora Indonesia di luar negeri. Dengan pengalaman hampir satu abad dalam membina generasi Islam, As’adiyah terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu keislaman, akhlak, dan karakter sehingga mampu menjawab harapan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.(nm)
Memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan dan pemusatan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis pondok pesantren. Untuk itu, Pondok Pesantren As’adiyah membuka peluang partisipasi umat dalam mendukung cita-cita luhur tersebut melalui Program Wakaf Produktif.
Hubungi Kami
Meriahkan Kemah Baden Powell’s Day 2025, MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara Umum
Santri MTs As’adiyah Putri Pusat Sengkang Raih Prestasi dalam Perlombaan Seni se-Kabupaten Wajo
Guru Madrasah Aliyah Putri Sengkang Raih Juara III Lomba Media Pembelajaran Tingkat Nasional
MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara 3 Pada Parade Paskibra Sekolah Tingkat SMA/SMK/MA SE-SULAWESI SELATAN di MAN Wajo
MAS As’adiyah Putra Macanang Raih Juara 3 Parade Paskibra Sekabupaten WajoPondok Pesantren As’adiyah
JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia
