Pengurus Pusat As’adiyah Laksanakan Rihlah Muhibbah ke Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah
Media Center As’adiyah — Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah melaksanakan Rihlah Muhibbah selama enam hari, 20–25 September 2026, dengan mengunjungi sejumlah daerah di Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut menjadi agenda silaturahmi sekaligus penguatan komunikasi dan konsolidasi dengan keluarga besar As’adiyah di daerah.
Rombongan terdiri atas Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah, Ketua Majelis Dakwah dan Fatwa, Syaikh Mab'uts Al-Azhar Kairo, penerjemah Syaikh, serta staf Kesekjenan.
Rihlah Muhibbah diisi dengan sejumlah agenda kepesantrenan, antara lain menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pesantren, kunjungan silaturahmi, menghadiri milad pesantren, pengukuhan pengurus cabang, serta pelantikan pimpinan madrasah.
Mengawali Rihlah dari Mamuju
Rangkaian kegiatan diawali pada 20 September 2026 di Pondok Pesantren Raodhatuth Thalibin As'adiyah Tadui, Mamuju, Sulawesi Barat. Rombongan Pengurus Pusat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren tersebut.
Peletakan batu pertama turut dihadiri Menteri Agama RI, Direktur Jenderal Pesantren, Gubernur Sulawesi Barat, Bupati Mamuju, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.
Kehadiran Pengurus Pusat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus bentuk perhatian terhadap perkembangan lembaga pendidikan As’adiyah di daerah.
Silaturahmi dengan Alumni di Kota Palu
Setelah dari Mamuju, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Palu, Sulawesi Tengah. Di kota tersebut, Pengurus Pusat melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Anwarul-Qur'an.
Pimpinan Pondok Pesantren Anwarul-Qur'an diketahui merupakan alumni As’adiyah. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Pengurus Pusat untuk menjalin kembali hubungan dengan alumni yang melanjutkan pengabdian di luar daerah.
Silaturahmi dengan alumni juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antara almamater dan para alumninya yang telah berkiprah di tengah masyarakat.
Hadiri Milad ke-21 Al-Izzah Al-As'adiyah Tolai
Memasuki hari ketiga, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Al-Izzah Al-As'adiyah Tolai, Sulawesi Tengah, untuk menghadiri Milad ke-21.
Kegiatan milad menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Rihlah Muhibbah Pengurus Pusat. Kehadiran rombongan sekaligus menjadi momentum untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar pesantren dan melihat perkembangan lembaga As’adiyah di daerah.
Pengukuhan Pengurus Cabang dan Pelantikan Kepala Madrasah
Pada hari keempat, rombongan mengunjungi salah satu MTs As’adiyah Cabang Malili, Kabupaten Luwu Timur. Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus cabang dan pelantikan Kepala Madrasah Tsanawiyah.
Pengukuhan dan pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan kepengurusan serta tata kelola lembaga pendidikan As’adiyah di tingkat cabang. Melalui agenda tersebut, pengurus dan pimpinan madrasah diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengembangkan lembaga pendidikan.
Tekankan Misi Dakwah Wasathiyah
Dalam salah satu rangkaian kegiatan, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah, Gurutta Drs. H. Andi Muh. Hasbi Gani, M.Si., menegaskan pentingnya menjaga karakter dakwah As’adiyah yang mengedepankan nilai wasathiyah.
“Pondok Pesantren As’adiyah membawa misi dakwah wasathiyah. Karena itu, di mana pun As’adiyah hadir, hendaknya selalu membawa kesejukan dan berkah. Kehadiran As’adiyah harus menjadi bagian dari solusi, menjadi perekat di tengah masyarakat, serta menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ungkap Gurutta.
Gurutta menambahkan bahwa nilai wasathiyah perlu terus dijaga dalam pelaksanaan pendidikan dan dakwah As’adiyah. Menurut Gurutta, pesantren tidak hanya berperan dalam membekali generasi dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, sikap menghargai perbedaan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Ke mana pun As’adiyah melangkah, jangan sampai kehadirannya menimbulkan keresahan. Sebaliknya, kehadiran kita harus membuat masyarakat merasa teduh, nyaman, dan mendapatkan manfaat. Di situlah dakwah wasathiyah menemukan maknanya—hadir membawa kesejukan, menebarkan kedamaian, dan menghadirkan keberkahan,” lanjut Gurutta.
Menyelesaikan Rangkaian di Wajo
Memasuki hari kelima, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Wajo sebelum menyelesaikan rangkaian Rihlah Muhibbah pada 25 September 2026.
Selama enam hari perjalanan, Pengurus Pusat mengunjungi sejumlah lembaga dan keluarga besar As’adiyah di wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah. Rangkaian kunjungan tersebut mencakup kegiatan kelembagaan, silaturahmi dengan alumni, serta penguatan hubungan dengan pengurus dan lembaga pendidikan di daerah.
Melalui Rihlah Muhibbah, Pengurus Pusat dapat berinteraksi secara langsung dengan keluarga besar As’adiyah di daerah sekaligus memperkuat komunikasi antara pengurus pusat dan cabang.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan hubungan antara almamater, alumni, pengurus, pimpinan madrasah, dan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan pendidikan serta dakwah As’adiyah.
Rihlah Muhibbah Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah ditutup pada 25 September 2026 setelah seluruh rangkaian kunjungan dan agenda di sejumlah daerah selesai dilaksanakan.


