Ribuan Santri, Masyarakat Wajo Antarkan Kepergian Anregurutta Syuaeb Ke Tempat Peristirahatan Terakhir

Ribuan Santri dan Masyarakat Wajo mengantarkan kepergian Anregurutta Drs. H. M. Syuaeb Nawang ke tempat peristirahatan terakhirnya di Kampus 4 Ma’had Aly As’adiyah pada Senin 29 Agustus 2022

Sebelumya Bupati Wajo H. Amran Mahmud diwakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo H. Muhammad Yunus melepas Jenazah Almarhum Anregurutta di Kampus II Pondok Pesantren As’adiyah Jl. Veteran Sengkang.

Bersama dengan segenap unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo menyampaikan duka cita mendalam sekaligus rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada Anregurutta Almarhum yang telah diakui keberadaannya di masa hidupnya di Kabupaten Wajo ini telah memberikan dedikasinya yang sangat tinggi. Ucapa Kakan Kemenag Wajo

“Keteladanan yang diajarkan Almarhum kepada kita tidak hanya mengajarkan ilmu, akan tetapi dibalik dari ilmu yang diajarkan itu beliau telah menorehkan sejarah panjang dalam hidup kita sebagai santri bahkan sebagai masyarakat di Kabupaten Wajo ini dengan sikap tutur katanya, dengan sikap dan perilakunya yang begitu santun, begitu sopan tata krama dan etikanya sebagai santri hingga menjadi sosok ulama begitu luar biasa dicontohkan kepada kita” ujarnya

Ulama meninggal jasadnya boleh hancur oleh tanah, akan tetapi jasa-jasanya tetap akan dikenang sepanjang masa oleh para murid-murid dan para santrinya. Sambungnya

Kementerian Agama berduka cita yang sangat mendalam, kita belum tentu bisa mendapatkan sosok seperti beliau yang cukup luar biasa mengabdikan dirinya membangun pendidikan keagamaan, kami di Kementerian Agama tentu merasakan duka cita yang mendalam karena beliau telah berdedikasi luar biasa mengabdikan diri di garda terdepan memberikan pembinaan kepada ummat yang menjadi tugas pokok dari kami di Kementerian Agama Kabupaten Wajo. tutupnya.

Almarhum Anregurutta H. Syueb Nawang lahir di Ajanglaleng Kab. Bone pada 31 Desember 1950, Istri Almh Hj. Sitti Rahma Muhammad Amaly yang lebih dulu Wafat pada 1 November 2018, meninggalkan 5 orang anak dan 7 cucu.

Kepergian Anregurutta meninggalkan duka dan kesedihan yang mendalam bagi warga As’adiyah.

Sosok Anregurutta dikenal kekonsistenan pada lembaga pendidikan khususnya As’adiyah, memiliki kesabaran yang tinggi meski As’adiyah dengan segala problematikanya beliau tetap sami’ na
waatha’na, Ketawadhuan yang menjadi tampilan pribadinya cukup bersahaja.