AG. Prof Nasar : Jangan Korek Keimanan Seseorang, Itu Urusannya Allah

Berita

Sengkang (Media Center PP As’adiyah) – Kalau kita berbicara peradaban Islam di Indonesia, markasnya adalah Pondok Pesantren dan Pondok Pesantren yang paling besar sekarang di Indonesia adalah Pondok Pesantren As’adiyah.

542 cabang belum termasuk ranting sehingga kalau dijumlahkan itu mungkin 1000, didirikan pada tahun 1930 sebelum Indonesia merdeka, makanya itu kita beropsesi Pondok Pesantren As’adiyah ini akan menjadi kiblat pengembangan Pondok Pesantren dimasa yang akan datang.

Demikian apa yang disampaikan Anregurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA pada Silaturahim Nasional dan Halal Bihalal Pondok Pesantren As’adiyah di Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang, Sabtu (06/05/23)

Dulu Pondok Pesantren As’adiyah ini dipandang sebelah mata, tetapi sekarang dan yang akan datang, Pondok Pesantren As’adiyah ini harus jadi soko guru, pengembang Pondok Pesantren di Indonesia. Kata Anregurutta

Tidak ada Pondok Pesantren yang menyebar seperti Pondok Pesantren As’adiyah, sampai di Pesisir Sabah, Tawau dan Malaysia

Mari kita berterima kasih dan senantiasa mendoakan para pendiri Pondok Pesantren As’adiyah Anregurutta KH. Muhammad As’ad disusul Anregurutta yang lain, yang telah mengangkat derajat Kab. Wajo yang sangat diperhitungkan di Indonesia.

Lebih lanjut Anregurutta Prof. Nasar berpesan kepada warga As’adiyah untuk jangan mempertahankan kebencian didalam dirinya sendiri, jangan ada rasa dendam bermalam diqalbunya dan jangan ada pikiran kotor yang mengendap di pikirinnya. Jika ingin mendapatkan berkah mari kita mempertahankan kualitas keimanan kita seperti ini.

Sesungguhnya orang yang beriman, apapun keimanannya, keimanannya orang itu jangan di korek-korek itu urusannya Allah. Kita hanya menghukum apa yang tampak, urusan tersembunyi dalam hatinya orang serahkan kepada Allah, maka itu Pondok Pesantren As’adiyah jangan mudah menyesat-nyesatkan orang lain, orang yang suka mencari kesalahan orang lain, orang itu pertanda masih harus belajar. pesannya

Ada orang sedikit-sedikit bid’ah, tidak semua adat istiadat itu harus dibuang. Adat istiadat orang Wajo Insya Allah Islami, memang ada yang syirik itu harus dibuang, tapi apa yang tidak bertentangan dengan ajaran islam dipelihara. Jelasnya

Kegitan ini dihadiri Bupati Wajo H. Amran Mahmud, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Forkopimda Kab. Wajo, Camat dan juga beberapa tokoh As’adiyah yang ikut melalui zoom meeting, diantaranya Gurutta Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin (Jenderal Bimas Islam), Gurutta Dr. H. Basnang Said Said (Kepala Sub Direktorat Pendidikan Pondok Pesantren), Gurutta Dr. H Mulawarman Hannase (Ketua IKAKAS As’adiyah DKI Jakarta) dan sejumlah pimpinan cabang As’adiyah. (jo)

AG. Prof Nasar : Jangan Korek Keimanan Seseorang, Itu Urusannya Allah
⚙️
PEMBERITAHUAN MIGRASI WEBSITE SEMENTARA

Tampilan halaman yang Anda lihat saat ini bersifat sementara. Website Pondok Pesantren As'adiyah Pusat Sengkang sedang dalam proses migrasi ke platform baru yang lebih cepat, rapi, dan optimal.
Beberapa fitur mungkin belum sempurna. Versi final akan segera hadir. Terima kasih atas pengertian dan doanya.
🌐 asadiyahpusat.org - Mode Migrasi

Kembali ke Atas