
Sengkang (Media Center As’adiyah) – Sebuah peringatan istimewa diadakan di Studio Radio Suara As’adiyah, Jl. Masjid Raya N0.100 Sengkang yaitu Peringatan Mengenang 55 tahun berdirinya Radio Suara As’adiyah yang berlangsung pada tanggal 13 September 2023.
Acara ini bertujuan untuk mengenang kembali perjalanan panjang Radio Suara As’adiyah selama 55 tahu, sekaligus mengukuhkan pengurus AFC (As’adiyah Fan Community), sebuah komunitas yang terdiri dari pendengar setia radio As’adiyah
Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Gurutta Dr. KH. Muhyiddin Tahir, M.Th.I, Ketua Yayasan As’adiyah Gurutta KH. Bunyamin M. Yapid, Lc., Manager As’adiyah Channel Sumardi Arifin, S Ag, Direktur Utama Radio Suara As’adiyah H. Hamdani Halim, LC beserta karyawan dan pendengar setia Radio As’adiyah.
Suasana peringatan ini sangat khidmat, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan laporan dari ketua pelaksana, Wali Mulyana.
Radio Suara As’adiyah didirikan pada tanggal 13 September 1968 oleh Anre Gurutta KH. Muh. Yunus Martan, sebuah tonggak bersejarah dalam dunia radio swasta. Selama 55 tahun, Radio As’adiyah tetap konsisten dalam menyebarkan gagasan keIslaman yang menghargai dinamika masyarakat Sulawesi Selatan yang sangat plural.
Saat berdiri, Radio ini pertama kali dikenal sebagai radio amatir (1968 – 1973) dengan studio di masjid jami Sengkang. Fokus utamanya adalah syiar Islam, bukan aspek komersial. Namun, pada tahun 1973, radio ini bertransformasi menjadi Radio Suara As’adiyah, sementara studio pindah ke samping Masjid Raya Sengkang.
Anre Gurutta Yunus Martan, yang juga merupakan pemimpin Pondok Pesantren As’adiyah, dikenal sebagai tokoh visioner yang mencetuskan ide radio ini. Bahkan dalam situasi sulit, seperti kebakaran besar tahun 1970 yang hampir menghancurkan seluruh bangunan Pondok Pesantren As’adiyah, Radio Suara As’adiyah tetap menjadi prioritas utama yang diselamatkan.
Radio Suara As’adiyah bukan hanya alat pembinaan untuk ratusan cabang As’adiyah di berbagai provinsi, tetapi juga menjadi sarana penting dalam menyebarkan dakwah Islam yang teduh dan damai. Ide besar AG. KH. Muh. Yunus Martan dalam mendirikan radio swasta ini merupakan prestasi langka di dunia Pondok Pesantren di Indonesia. Selain sebagai pemimpin yang ulung dalam mengembangkan cabang-cabang Pesantren As’adiyah, beliau juga adalah orang pertama yang memperkenalkan radio swasta di lingkup Pondok Pesantren di Indonesia.
Peringatan 55 tahun Radio Suara As’adiyah adalah bukti nyata kesetiaan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap radio ini yang telah menjadi teman setia dalam perjalanan beragama mereka. Semoga Radio Suara As’adiyah terus berkarya dalam menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan kedamaian dalam Islam.(nm)
Memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan dan pemusatan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis pondok pesantren. Untuk itu, Pondok Pesantren As’adiyah membuka peluang partisipasi umat dalam mendukung cita-cita luhur tersebut melalui Program Wakaf Produktif.
Hubungi Kami
Meriahkan Kemah Baden Powell’s Day 2025, MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara Umum
Santri MTs As’adiyah Putri Pusat Sengkang Raih Prestasi dalam Perlombaan Seni se-Kabupaten Wajo
Guru Madrasah Aliyah Putri Sengkang Raih Juara III Lomba Media Pembelajaran Tingkat Nasional
MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara 3 Pada Parade Paskibra Sekolah Tingkat SMA/SMK/MA SE-SULAWESI SELATAN di MAN Wajo
MAS As’adiyah Putra Macanang Raih Juara 3 Parade Paskibra Sekabupaten WajoPondok Pesantren As’adiyah
JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia
