
Media Center Asa’diyah — Tim Peneliti Mora The AIR Funds Ma’had Aly As’adiyah melaksanakan silaturahmi akademik ke tiga lembaga Ma’had Aly pada 27 Juni hingga 1 Juli 2026 sebagai bagian dari pelaksanaan riset tentang transformasi epistemologi keilmuan Islam di lingkungan Ma’had Aly. Kegiatan tersebut berlangsung di Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah Jakarta, Ma’had Aly Kebon Jambu Cirebon, dan Ma’had Aly al-Idrisiyyah Tasikmalaya.
Tim yang melakukan kunjungan merupakan Tim 1 yang terdiri atas Dr. KM. Abd. Haris, M.Ag. dan KM. Suswandi, S.Ag. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menggali data dan informasi terkait penelitian yang tengah dilaksanakan sekaligus memperkuat jejaring akademik antarlembaga Ma’had Aly di Indonesia.
Tim Peneliti Mora The AIR Funds Ma’had Aly As’adiyah sebelumnya dinyatakan lolos dalam Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2025 melalui penelitian berjudul “Transformasi Epistemologi Keilmuan Islam di Ma’had Aly: Studi tentang Kontekstualisasi Kitab Kuning dalam Kerangka Pendidikan Kontemporer Indonesia.”
Selain pengumpulan data penelitian, rangkaian silaturahmi akademik tersebut juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk penguatan pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi, khususnya dalam membangun kolaborasi akademik di antara sesama Ma’had Aly.
Selama kunjungan berlangsung, tim peneliti memperoleh berbagai informasi mengenai pendekatan yang diterapkan masing-masing lembaga dalam mentransformasikan kitab turats atau kitab kuning agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Ketiga Ma’had Aly memiliki karakteristik dan metodologi yang berbeda dalam mengontekstualisasikan warisan keilmuan Islam sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat kontemporer.
Di Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah Jakarta yang memiliki takhasus sejarah (tarikh), kitab kuning dipahami melalui pendekatan historis. Perspektif sejarah dinilai penting untuk memahami latar belakang lahirnya suatu pemikiran, kronologi peristiwa, serta konteks sosial yang melatarbelakanginya. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan keilmuan sekaligus menghadirkan relevansi antara khazanah klasik dengan kondisi masa kini.
Sementara itu, Ma’had Aly Kebon Jambu Cirebon yang berfokus pada bidang fikih dan ushul fikih menempatkan realitas sosial sebagai titik awal dalam pengkajian turats. Mahasantri dibimbing untuk terlebih dahulu memahami persoalan yang berkembang di tengah masyarakat melalui identifikasi akar masalah, analisis kronologi, serta faktor penyebab suatu peristiwa sebelum melakukan kajian terhadap teks-teks klasik. Pendekatan tersebut bertujuan agar proses pengambilan kesimpulan hukum dilakukan secara komprehensif berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat, sehingga menghasilkan solusi yang membawa kemaslahatan.
Berbeda dengan dua lembaga sebelumnya, Ma’had Aly al-Idrisiyyah Tasikmalaya menitikberatkan kajian pada bidang tasawuf dengan pendekatan implementatif. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori dalam kitab turats, tetapi juga diarahkan pada penerapan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat. Fokus kajian mencakup berbagai persoalan psikologis yang berkembang saat ini, seperti stres, putus asa, dan dendam. Implementasi tersebut diwujudkan melalui pembinaan ibadah, bimbingan pengolahan batin, layanan konseling, hingga pendampingan kerohanian bagi masyarakat yang datang ke pesantren.
Hasil kunjungan selama sepekan tersebut memberikan gambaran mengenai beragam model kontekstualisasi kitab kuning yang dikembangkan oleh masing-masing Ma’had Aly. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya data penelitian mengenai transformasi epistemologi keilmuan Islam di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan berbasis pesantren.
Selama pelaksanaan silaturahmi akademik, Tim Peneliti Ma’had Aly As’adiyah juga memperoleh sambutan dan apresiasi yang baik dari ketiga lembaga yang dikunjungi. Antusiasme tersebut menjadi modal penting dalam membangun kerja sama akademik yang berkelanjutan sekaligus mendukung pengembangan penelitian di lingkungan Ma’had Aly.
Melalui kegiatan ini, Ma’had Aly As’adiyah berharap silaturahmi akademik yang telah terjalin dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak, baik dalam penguatan kualitas riset, pengembangan metodologi pembelajaran kitab turats, maupun perluasan kolaborasi antarlembaga Ma’had Aly di Indonesia.(nm)
Memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan dan pemusatan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis pondok pesantren. Untuk itu, Pondok Pesantren As’adiyah membuka peluang partisipasi umat dalam mendukung cita-cita luhur tersebut melalui Program Wakaf Produktif.
Hubungi Kami
Meriahkan Kemah Baden Powell’s Day 2025, MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara Umum
Santri MTs As’adiyah Putri Pusat Sengkang Raih Prestasi dalam Perlombaan Seni se-Kabupaten Wajo
Guru Madrasah Aliyah Putri Sengkang Raih Juara III Lomba Media Pembelajaran Tingkat Nasional
MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara 3 Pada Parade Paskibra Sekolah Tingkat SMA/SMK/MA SE-SULAWESI SELATAN di MAN Wajo
MAS As’adiyah Putra Macanang Raih Juara 3 Parade Paskibra Sekabupaten WajoPondok Pesantren As’adiyah
JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia
