
Media Center As’adiyah – Pada tanggal 4 Januari 2024, Aula IAI As’adiyah Sengkang menjadi tempat berlangsungnya Seminar Keperempuanan oleh Pengurus Pusat Wanita As’adiyah. Acara ini diawali dengan semangat yang membara, terutama ketika para wanita As’adiyah memukau para hadirin dengan persembahan marawis yang memukau.
Kegiatan ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran AG. Prof. Dr, K.H. Nasaruddin Umar, M.A., Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, yang turut memeriahkan acara tersebut. Anregurutta Prof. Nasar, didampingi oleh sejumlah tokoh penting seperti Wakil Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah Dr. KH. Muhyddin Tahir, S.Ag., M.Th.I, Ketua Yayasan As’adiyah Sengkang H. Bunyamin Yafid, Lc, Dra. Hj. Sitti Aminah Adnan, M.Ag, dan Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag, yang bertugas sebagai moderator.
Gurutta Hj. Indo Santalia membuka sesi dengan menyoroti inisiatif internal yang membangkitkan semangat wanita As’adiyah untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Oleh karena itu, diputuskan untuk mengusung tema Jati Diri Perempuan dalam Islam sebagai fokus utama seminar ini.
Kemudian, AG. Prof. Dr, K.H. Nasaruddin Umar, M.A, memberikan materi yang mengupas secara mendalam tema yang diangkat. Beliau pertama-tama mengapresiasi kekompakan dan bakat seni yang dimiliki oleh para wanita As’adiyah. Dalam konteks ini, beliau mengaitkan antusiasme Rasulullah terhadap seni, menunjukkan bahwa kecintaan terhadap seni adalah bagian dari tradisi Islam.
Prof. Nasar kemudian mengapresiasi kekompakan wanita As’adiyah. Bahkan, beliau berencana untuk memberikan kesekretariatan khusus kepada wanita As’adiyah, memberikan wadah untuk berbagai aktivitas yang dapat mereka lakukan. Hal ini sebagai bentuk nyata dukungan terhadap peran wanita dalam komunitas As’adiyah.
Selanjutnya, Prof. Nasar menggarisbawahi bahwa perempuan memiliki peran yang sangat vital dalam pergerakan As’adiyah. Dengan penuh semangat, beliau menegaskan pentingnya mendukung dan menggerakkan perempuan As’adiyah. Beliau merinci perubahan signifikan dalam hak-hak perempuan yang diberikan oleh Islam, seperti hak warisan dan hak untuk mengajukan perceraian.
Dalam kesimpulannya, seminar ini bukan hanya menjadi wadah peningkatan pengetahuan tetapi juga sebuah momen pencerahan dan inspirasi bagi wanita As’adiyah. Jati Diri Perempuan dalam Islam menjadi sorotan utama, mengingatkan kita akan pentingnya mengakui dan mendorong potensi yang dimiliki oleh setiap wanita dalam mengabdi pada agama dan masyarakat.(nm)
Memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan dan pemusatan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis pondok pesantren. Untuk itu, Pondok Pesantren As’adiyah membuka peluang partisipasi umat dalam mendukung cita-cita luhur tersebut melalui Program Wakaf Produktif.
Hubungi Kami
Meriahkan Kemah Baden Powell’s Day 2025, MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara Umum
Santri MTs As’adiyah Putri Pusat Sengkang Raih Prestasi dalam Perlombaan Seni se-Kabupaten Wajo
Guru Madrasah Aliyah Putri Sengkang Raih Juara III Lomba Media Pembelajaran Tingkat Nasional
MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara 3 Pada Parade Paskibra Sekolah Tingkat SMA/SMK/MA SE-SULAWESI SELATAN di MAN Wajo
MAS As’adiyah Putra Macanang Raih Juara 3 Parade Paskibra Sekabupaten WajoPondok Pesantren As’adiyah
JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia
