
Media Center As’adiyah — Suasana penuh semangat yang mewarnai Kampus IV Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang pada Ahad, 5 Oktober 2025, saat babak final Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) 2025 resmi bergulir. Para peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara tampil dengan kemampuan terbaik mereka setelah berhasil melewati tahap penyisihan sebelumnya.
Salah satu dewan hakim, Prof. Dr. KH. Ahmad Ismail, M.Hum, menyampaikan rasa bangganya terhadap para finalis yang dinilai mampu menunjukkan pemahaman mendalam terhadap teks keilmuan Islam klasik.
“Bangga melihat anak-anak kita luar biasa dalam memahami Qira’ah bahkan mampu menggali makna di balik teks tersebut,” ujarnya.
Babak final MQKI 2025 menjadi puncak dari seluruh rangkaian perlombaan yang telah dimulai sejak 3 Oktober lalu. Salah satu cabang yang paling menarik perhatian adalah Final Cabang Fiqh Tingkat Internasional yang berlangsung di Masjid AG. KH. Yunus Martan, diikuti oleh para peserta dari sejumlah negara sahabat.
Sementara itu, untuk tingkat Marhalah Ma’had Aly se-Indonesia, babak final juga dilaksanakan secara serentak di berbagai titik di area Kampus IV As’adiyah. Beberapa cabang yang digelar antara lain Debat Qonun di Panggung Utama MQKI, Bahtsul Kutub dan Risalah Ilmiyyah di ruang-ruang belajar kampus, serta Tarkib Digital di Balai Komputer Ma’had Aly As’adiyah.
Seluruh peserta tampak menunjukkan antusiasme tinggi serta kesiapan yang matang dalam setiap penampilan mereka. Jalannya perlombaan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat keilmuan. Para finalis mengungkapkan rasa syukur dan bangga karena dapat berpartisipasi dalam ajang yang mempertemukan para ulama muda dan intelektual Islam dari berbagai belahan dunia.
Dalam kesempatan tersebut, dewan hakim juga menegaskan bahwa esensi musabaqah bukanlah sekadar mencari juara.
“Dalam Musabaqah, juara ataupun tidak juara bukanlah hal utama, karena Musabaqah adalah majelis ilmu. Tidak ada yang perlu dirisaukan,” tegas salah satu dewan hakim.
Menariknya, pelaksanaan MQKI tahun ini turut menghadirkan nuansa baru dengan pemanfaatan teknologi modern. Salah satu cabang terbaru, Tarkib Digital, menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan Islam klasik kini dapat dikolaborasikan dengan perkembangan teknologi.
“Teknologi tidak harus ditolak, melainkan perlu dimanfaatkan. Kita tidak boleh kalah dengan perkembangan zaman. Santri justru harus menjadi pelopor dalam menggali dan mengembangkan teknologi untuk dakwah dan ilmu,” tambah beliau.
Pelaksanaan babak final ini menjadi bukti nyata bahwa MQKI 2025 tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam klasik (turats) di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren As’adiyah kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu menjaga warisan keilmuan ulama terdahulu.(nm)
Memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan dan pemusatan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis pondok pesantren. Untuk itu, Pondok Pesantren As’adiyah membuka peluang partisipasi umat dalam mendukung cita-cita luhur tersebut melalui Program Wakaf Produktif.
Hubungi Kami
Meriahkan Kemah Baden Powell’s Day 2025, MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara Umum
Santri MTs As’adiyah Putri Pusat Sengkang Raih Prestasi dalam Perlombaan Seni se-Kabupaten Wajo
Guru Madrasah Aliyah Putri Sengkang Raih Juara III Lomba Media Pembelajaran Tingkat Nasional
MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara 3 Pada Parade Paskibra Sekolah Tingkat SMA/SMK/MA SE-SULAWESI SELATAN di MAN Wajo
MAS As’adiyah Putra Macanang Raih Juara 3 Parade Paskibra Sekabupaten WajoPondok Pesantren As’adiyah
JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia
