
Media Center As’adiyah – Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang menyelenggarakan seminar penting untuk mengusulkan Anregurutta KH. Muhammad As’ad al-Bugisy sebagai Pahlawan Nasional pada 25 Desember 2023 bertempat di Aula Hotel Sermani. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka dan para cendekiawan yang membahas secara mendalam tentang peran besar dan jejak perjuangan Anre Gurutta KH. Muh. As’ad di masa penjajahan.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Dr. Drs. H. Ahmad Muktamar B, M.A., M.M., Gurutta Mukhtamar menyoroti betapa Anre Gurutta KH. Muhammad As’ad al-Bugisy adalah tokoh yang menghubungkan jaringan ulama terbesar dan paling berpengaruh pada abad ke-20 di Sulawesi dan Indonesia Timur. Menariknya, Anre Gurutta tidak hanya diakui sebagai tokoh keagamaan, tetapi juga sebagai sosok patriot yang menolak tawaran pemerintah Jepang, menunjukkan perlawanannya terhadap penjajah.
Gurutta Muktamar mengutip pernyataan Gurutta Prof. Dr. Kadir Ahmad yang menegaskan bahwa perjuangan para ulama di Sulawesi Selatan tidak terlepas dari kontribusi Anre Gurutta KH. Muhammad As’ad al-Bugisy. Pencerdasan masyarakat melalui halaqah dan pendidikan menjadi fokus perjuangannya, bahkan meskipun beliau lahir di Mekkah, Anre Gurutta selalu berupaya mengetahui kondisi di tanah leluhurnya, yaitu Wajo, Sulawesi Selatan.
Institusi pendidikan yang didirikan oleh Anre Gurutta, seperti Madrasah Al-Arabiyah Islamiyah yang sekarang ini dikenal sebagai As’adiyah, telah berkembang pesat dan memiliki dampak positif tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Sabah, Malaysia. Keputusannya untuk menolak gaji dan pembiayaan operasional dari pemerintah Jepang sebagai bentuk perlawanan, serta memindahkan kegiatan pendidikan ke tempat lain, menunjukkan komitmen dan pengaruhnya yang telah berlangsung lebih dari seratus tahun.
Kemudian pada seminar ini juga di hadiri oleh Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah, AG. Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA yang memberikan sambutannya. Anre Gurutta Prof. Nasar menekankan pentingnya menunjukkan dimensi patriotisme Anre Gurutta selama pengusulan ke Pahlawan Nasional. Beliau menyatakan bahwa usaha ini memerlukan strategi yang matang dan data-data pendukung yang kuat.
Seminar ini digalakkan dengan paparan materi dari para ahli, seperti Napak Tilas Perjuangan oleh Prof. Dr. H. A. Kadir Ahmad, Latar Biografis dan Kontribusi dalam Kemerdekaan oleh Dr. J.H. Zainuddin Hamka, serta Simpul Jaringan Intelektual Islam oleh Dr. Rasyid Ridha. Dr. Andi Suriadi Mappangara juga berbagi pengalaman dalam gagalnya mengajukan sosok sebagai Pahlawan Nasional. Di akhir seminar, penekanan pada persyaratan dan teknis pengusulan calon pahlawan nasional disampaikan oleh Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.
Seminar ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Anre Gurutta KH. Muhammad As’ad al-Bugisy, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk merayakan dan mengabadikan jejak kepahlawanannya dalam sejarah Indonesia.(nm)
Memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan dan pemusatan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis pondok pesantren. Untuk itu, Pondok Pesantren As’adiyah membuka peluang partisipasi umat dalam mendukung cita-cita luhur tersebut melalui Program Wakaf Produktif.
Hubungi Kami
Meriahkan Kemah Baden Powell’s Day 2025, MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara Umum
Santri MTs As’adiyah Putri Pusat Sengkang Raih Prestasi dalam Perlombaan Seni se-Kabupaten Wajo
Guru Madrasah Aliyah Putri Sengkang Raih Juara III Lomba Media Pembelajaran Tingkat Nasional
MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara 3 Pada Parade Paskibra Sekolah Tingkat SMA/SMK/MA SE-SULAWESI SELATAN di MAN Wajo
MAS As’adiyah Putra Macanang Raih Juara 3 Parade Paskibra Sekabupaten WajoPondok Pesantren As’adiyah
JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia
