Angkat Inovasi Pengelolaan Sampah, Karya Santri As’adiyah Lolos Final Santrivision 2026

N.M
Editor
Senin, 26 Oktober 2026 | 72x
Angkat Inovasi Pengelolaan Sampah, Karya Santri As’adiyah Lolos Final Santrivision 2026

Media Center As’adiyah — Karya ilmiah santri Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Sulawesi Selatan, berhasil terpilih sebagai salah satu finalis Lomba Santrivision 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia. Karya berjudul “Bio-Herloops: Model Eco-Pesantren Berbasis Closed Loop System melalui Biokonversi Hermetia Illucens untuk Akselerasi Zero Waste” tersebut ditulis oleh tim Alifa Khalda dan masuk dalam kategori Naskah, Kebijakan, dan Komunikasi Ilmiah (Paper & Policy).

Karya tersebut merupakan hasil penelitian yang melibatkan tiga santri MTs As'adiyah Putri Pusat Sengkang, yakni Alifa Khalda R, Annisa Mutmainnah dan Qayla Tuba Ramdany, dengan bimbingan Gurutta Muflihah, S.S.I.,M.Pd., Gr.

Penetapan tersebut merupakan bagian dari seleksi sembilan karya terbaik yang berasal dari berbagai pondok pesantren di Indonesia. Para finalis terpilih dalam tiga kategori, yakni naskah, kebijakan dan komunikasi ilmiah; audio-visual, seni visual dan media digital; serta inovasi digital dan teknologi pesantren.

Dalam kategori yang sama, karya Santri As'adiyah terpilih bersama dua karya lainnya, yaitu Police paper - “Belanja Pesantren untuk Pesantren: Halal Procurement Network Pesantren (HPNP) sebagai Model Penguatan Sirkulasi Ekonomi Antar Pesantren di Indonesia” dari Pondok Pesantren Modern Al-fatimah, Jawa Timur, serta Police Paper - Mewujudkan Pesantren Zero-Abuse: Standardisasi Tata Ruang dan Pembentukan Satgas “Saka Pesantren” Berbasis Asas Victim-Centered Approach Terintegrasi PMA 73/2022 dari Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamill, Riau.

Terpilihnya karya Alifa Khalda menunjukkan partisipasi santri As’adiyah dalam pengembangan gagasan ilmiah yang mengangkat isu lingkungan dan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren. Melalui konsep Eco-Pesantren berbasis closed loop system, karya tersebut mengusung  pendekatan biokonversi menggunakan Hermetia illucens atau lalat tentara hitam sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Santrivision 2026 menjadi salah satu ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi di bidang riset, kreativitas, komunikasi ilmiah, dan inovasi teknologi. Program ini juga dirancang untuk memperlihatkan kontribusi pesantren dalam merespons berbagai tantangan zaman melalui karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Direktur Pemberdayaan Pesantren Kementerian Agama, Yusi Damayanti, menyampaikan bahwa tradisi keilmuan pesantren memiliki keterkaitan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, khazanah keilmuan Islam tidak bersifat kaku, tetapi dapat menjadi landasan untuk menjawab berbagai tantangan melalui riset, kreativitas, dan inovasi.

Sebagai tahap lanjutan, Kementerian Agama menjadwalkan program Mentoring Expert pada 26–27 Oktober 2026. Kegiatan ini akan memberikan pendampingan kepada para finalis untuk mengembangkan karya sebelum mengikuti penilaian akhir di hadapan dewan juri. Materi pendampingan meliputi penyusunan artikel ilmiah berbasis riset, pengembangan narasi visual, seni digital, serta perancangan teknologi dan inovasi digital.

Dalam tahapan nasional ini, para finalis mendapatkan pendampingan dari akademisi, tenaga ahli DPR RI, praktisi media, dan pakar teknologi informasi sesuai bidang karya masing-masing. Khusus kategori Naskah, Kebijakan, dan Komunikasi Ilmiah, pendampingan berfokus pada penyusunan artikel ilmiah berbasis riset serta pengembangan rekomendasi kebijakan atau Policy brief. Setelah pendampingan, para finalis kan mengikuti penilaian akhir di hadapan dewan juri untuk menentukan hasil kompetisi.

Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang melalui capaian ini turut mengambil bagian dalam upaya memperkuat peran santri dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan lingkungan. Keikutsertaan karya Alifa Khalda sebagai finalis Santrivision 2026 menjadi kesempatan untuk mengembangkan gagasan pengelolaan sampah berbasis inovasi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan pesantren.(nm)