Peletakan Batu Pertama Masjid Kampus III As’adiyah Macanang, Prof. Nasar Harap Masjid Jadi Pusat Aktivitas Santri
Macanang, Wajo — 4 Oktober 2026 — Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah, AG. Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Kampus III Pondok Pesantren As’adiyah Macanang, Kabupaten Wajo, Ahad, 4 Oktober 2026.
Peletakan batu pertama tersebut menjadi bagian dari rangkaian Anre Gurutta ke kawasan Kampus III As’adiyah Macanang. Kunjungan ini sekaligus dirangkaikan dengan peninjauan persiapan relokasi Ma’had Aly As’adiyah dari Kota Sengkang ke kawasan Macanang.
Kegiatan tersebut dihadiri AG. Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., jajaran Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah, serta donatur utama pembangunan masjid, H. Ahmad Melleng dan sekeluarga, selaku pewakaf pembangunan masjid.
Dalam kesempatan tersebut, AG. Prof. Dr. Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pihak yang telah bekerja untuk pembangunan As’adiyah Macanang. Menurutnya, pembangunan masjid di lingkungan pesantren memiliki nilai strategis karena keberadaan jamaah telah tersedia dari kalangan santri dan warga pesantren.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pewakaf dan pihak yang mengambil bagian dalam pembangunan masjid. Menurutnya, wakaf untuk pembangunan rumah ibadah merupakan amal yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
Sementara itu, H. Ahmad Melleng, selaku pewakaf utama pembangunan masjid, menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk mengambil keberkahan dari Pondok Pesantren As’adiyah.
Ia mengaku bahagia dapat mengambil bagian dalam pembangunan fasilitas ibadah yang nantinya akan digunakan oleh para santri dan keluarga besar pesantren.
“Harapannya ini menjadi bentuk syukur dan mengambil berkah di As’adiyah. Saya bahagia bisa melihat para santri dapat beribadah dengan nyaman,” ungkap H. Ahmad Melleng.
Pimpinan Kampus III Macanang Pondok Pesantren As’adiyah, Dr. KH. Muhammad As’ad Maruwewang, mengatakan bahwa masjid yang dibangun tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai fasilitas multifungsi yang mendukung aktivitas pendidikan dan pembinaan santri.
Menurutnya, keberadaan masjid akan menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan Kampus III, terutama seiring dengan rencana relokasi Ma’had Aly As’adiyah ke Macanang.
“Masjid ini akan menjadi fasilitas multifungsi. Kita berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran dan pengajian,” jelas Dr. KH. Muhammad As’ad Maruwewang.
Ia berharap masjid tersebut nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh warga pesantren. Selain menjadi tempat salat berjamaah, masjid diharapkan menjadi ruang bagi santri untuk memperbanyak zikir, doa, pengajian, dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya.


