Kiprah Alumni As'adiyah di Kancah Nasional: Dr. Riski Ayu Amaliah Raih Rekor MURI Lewat Inovasi Pendidikan Inklusi Al-Qur'an

N.M
Editor
Selasa, 29 September 2026 | 155x
Kiprah Alumni As'adiyah di Kancah Nasional: Dr. Riski Ayu Amaliah Raih Rekor MURI Lewat Inovasi Pendidikan Inklusi Al-Qur'an

Media Center As’adiyah — Semangat pengabdian dan kecintaan terhadap Al-Qur'an yang ditanamkan di rahim Pondok Pesantren As’adiyah kembali menorehkan sejarah di tingkat nasional. Dr. Riski Ayu Amaliah, S.Q., M.Pd., Gr., yang merupakan alumni kebanggaan MTs As’adiyah Putri 1 Pusat Sengkang dan MA As’adiyah Putri Pusat Sengkang, secara resmi berhasil mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada kategori penemuan di bidang pendidikan.

Penghargaan bergengsi ini dianugerahkan atas karya inovatifnya yang bertajuk “Metode Pembelajaran al-Qur’an Berbasis Aktivitas untuk Anak Tunagrahita Pertama di Indonesia,” yang kini dikenal sebagai Metode ‘Amaliyah. Mahakarya ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai dakwah dan pendidikan Islam yang diwariskan oleh As'adiyah mampu bertransformasi untuk menjawab tantangan zaman, khususnya dalam menyentuh dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.

Pencapaian prestisius ini diraih melalui proses akademis dan uji kelayakan yang sangat ketat. Metode ‘Amaliyah dikemas secara sistematis ke dalam tujuh buku berseri dan satu buku panduan. Karya ini harus melewati tahap verifikasi komprehensif oleh tim validator gabungan yang melibatkan para ahli Al-Qur'an, praktisi pendidikan, serta psikolog.

Setelah lolos tahap validasi, inovasi ini diuji coba secara langsung untuk mengukur tingkat kepraktisan dan keefektifannya di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Kolaka. 

Kelayakan metode ini semakin diakui dengan adanya rekomendasi dan verifikasi resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yang kemudian mengantarkan Dr. Riski sukses mempresentasikannya pada sidang promosi doktor, hingga akhirnya sah diakui oleh MURI sebagai pionir di Tanah Air.

Lahirnya inovasi ini tidak terlepas dari rekam jejak Dr. Riski yang sangat lekat dengan tradisi keilmuan pesantren. Karakter tangguh dan dedikasi pada ilmu agama yang ditempanya selama nyantri di As'adiyah terus berlanjut hingga saat ini. Beliau kini tengah mengemban amanah besar di dunia pendidikan sebagai Kepala MTs Mir’atul Mujahid Kampung Bajo Kolaka sekaligus Dekan Fakultas Tarbiyah dan Manajemen di Institut Agama Islam (IAI) al-Bukhari, Kolaka Timur.

Di balik sederet prestasi akademis dan pengakuan nasional tersebut, niat tulus khas seorang santri tetap menjadi motivasi utamanya.

"Semoga melalui Metode ‘Amaliyah, setiap anak punya kesempatan yang sama untuk belajar dan mempelajari Al-Qur’an," ungkap Dr. Riski.

Kehadiran Metode 'Amaliyah tidak hanya mengharumkan nama besar almamater Pondok Pesantren As'adiyah, tetapi juga menjadi pilar penting bagi pendidikan inklusi di Indonesia. Inovasi ini membuka jalan terang bagi anak-anak tunagrahita agar memiliki akses yang setara untuk berinteraksi, belajar, dan mencintai kitab suci Al-Qur'an.