Momentum Hari Santri, Alumni As’adiyah Presentasikan Karya Ilmiah di Hartford International University Amerika
Media Center As’adiyah — Momentum Hari Santri menjadi catatan tersendiri bagi Sukirman, M.Pd., Ph.D., alumni Madrasah Aliyah (MA) As’adiyah Putra Pusat Sengkang, Macanang. Pada Kamis, 22 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Santri, ia mempresentasikan karya ilmiah bertajuk “Bridging Interfaith Dialogue into English Language Teaching” di Hartford International University for Religion and Peace, Amerika Serikat.
Presentasi tersebut mengangkat gagasan tentang integrasi dialog antaragama dalam pembelajaran bahasa Inggris. Melalui karya ilmiah ini, Sukirman membahas keterkaitan antara penguasaan bahasa dan upaya membangun pemahaman lintas agama, sekaligus mendorong pembelajaran bahasa Inggris yang turut membuka ruang bagi dialog, toleransi, dan sikap saling menghormati dalam keberagaman.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Hartford International University for Religion and Peace dalam rangkaian kiprah akademik Sukirman melalui program Visiting Scholar yang didanai oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kesempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya di lingkungan perguruan tinggi internasional, sekaligus memperkenalkan gagasan pendidikan yang menghubungkan pembelajaran bahasa dengan dialog antaragama.
Bertepatan dengan Hari Santri, pencapaian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan pesantren dan madrasah dalam mempersiapkan generasi yang mampu berkiprah di tingkat global. Sukirman merupakan alumni MA As’adiyah Putra Pusat Sengkang, Macanang, yang menempuh pendidikan pada 2003–2006.
Menurut Sukirman, pendidikan pesantren dan madrasah memiliki peran penting dalam membangun fondasi keilmuan serta membentuk karakter. Ia menilai, latar belakang pendidikan tersebut tidak membatasi santri untuk melanjutkan perjalanan akademik hingga ke forum internasional.
“Pendidikan di pesantren dan madrasah adalah fondasi yang sangat kokoh. Pengalaman saya melangkah hingga menjadi dosen tamu di Amerika Serikat membuktikan bahwa santri memiliki potensi besar untuk berkiprah di panggung dunia. Jangan pernah merasa ragu atau minder. Teruslah tekun belajar, kuasai bahasa internasional, dan jadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pijakan utama. Dari sudut madrasah sekalipun, jika kita bermimpi besar dan berjuang sungguh-sungguh, panggung internasional akan terbuka lebar bagi kita semua,” ungkapnya.
Kiprah tersebut menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan pesantren dan madrasah dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik menuju forum internasional. Pengalaman ini juga menjadi dorongan bagi para santri untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan mengambil bagian dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta dialog antarbudaya dan antaragama.(nm)


