Sedekah Oksigen, Cara Pesantren Wujudkan Kepedulian terhadap Lingkungan
Media Center As’adiyah — Kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui langkah sederhana yang memberi manfaat bagi kehidupan, salah satunya menanam dan merawat pohon. Dalam momentum Hari Santri 2026, Kementrian Agama (Kemenag) menggaungkan gerakan sedekah oksigen melalui program penanaman pohon. Pondok Pesantren As'adiyah menjadi salah satu tuan rumah yang terpilih sebagai lokasi pelaksanaan penanaman pohon oleh santri.
Gerakan ini menunjukkan bahwa peran pesantren tidak hanya berkaitan dengan pendidikan agama, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Penanaman pohon menjadi salah satu bentuk kontribusi yang manfaatnya bisa dirasakan bersama, termasuk oleh generasi mendatang.
Pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menghasilkan oksigen yang menjadi kebutuhan utama makhluk hidup. Karena itu, menanam pohon ini dimaknai dengan sedekah oksigen yakni upaya memberikan manfaat bagi kehidupan melalui kepedulian terhadap alam.
Pentingnya menjaga lingkungan juga menjadi pesan yang disampaikan Gurutta Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., dalam rangkaian pembukaan Hari Santri Nasional Provinsi Sulawesi Selatan. Hadir secara virtual melalui zom, Gurutta mengingatkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan alam tanpa merusaknya.
“Ada tiga segitiga utama kunci peradaban ummat manusia. Yang pertama adalah Allah, yang kedua adalah manusia, dan yang ketiga adalah alam,” ungkap Gurutta.
Gurutta menegaskan bahwa pemanfaatan alam perlu disertai kesadaran untuk menjaga kelestariannya. Kerusakan lingkungan bukan hanya berdampak pada kondisi alam saat ini, tetapi juga mengancam kehidupan di masa depan.
“Silahkan manfaatkan alam ini, tapi jangan jadi manusia yang perusak alam, karena merusak alam itu sama dengan merusak masa depan,” tegas Gurutta.
Pesan tersebut memperkuat makna sedekah oksigen sebagai bentuk kepedulian yang melampaui kepentingan pribadi. Pohon yang ditanam dan dirawat hari ini dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan agar tetap layak bagi kehidupan.
Keterlibatan As’adiyah sebagai lokasi penanaman pohon dalam program Kemenag juga menunjukkan bahwa pesantren dapat mengambil bagian dalam gerakan pelestarian alam. Momentum Hari Santri menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Melalui gerakan sedekah oksigen dalam momentum Hari Santri pesantren dan para Santri diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga kelestarian alam. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah nyata untuk memberikan manfaat bagi sesama sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan generasi mendatang. (ht)


