sawah_gagal-2xjzh36ezq2s4f3p7zehoqilustrasi

Sehubungan dengan terjadinya musim kemarau yang berkepanjangan yang tak kunjung berhenti di bumi lamaddukelleng, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan menghimbau kepada para Khatib Jum’at untuk mengajak masyarakat memohon do’a istisqa (minta hujan) pada khutbah kedua.

Majelis Ulama Indonesia (MUI Wajo) juga menyeruhkan kepada masyarakat wajo untuk memperbanyak istighfar pada khutbah kedua.

berikut adalah  bacaan doanya yang dapat kita amalkan lengkap dalam bahasa arab, tulisan latin dan terjemahannya.

اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِل

ALLAAHUMMASQINAA GHAITSAA MUGHIITSAA MARII’AN MARII’AN, NAAFI’AN GHAIRP DHOORRIN, ‘AAJILAN GHOIRA AAJILIN

Artinya : “Ya Allah! Berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.” (HR. Abu Daud)

Sebagai manusia dengan  penuh keterbatasan  maka tak lain hanya kekuatan do’a kepada ALLAH SWT yang bisa kita panjatkan agar kekeringan yang tejadi khususnya di Wajo bisa cepat teratasi.

Himbauan MUI Wajo ini dikirimkan kepada redaksi Radio Suara As’adiyah oleh Ketua DR. H. Baharuddin Ballutaris SH.M.Ag dan Sekertaris H. Muhammad Yunus, M.Ag