Belum lama kepergian AG. Al Hafidz H. Muh. Yahya pada bulan juli tahun 2017 lalu As’adiyah kembali berduka dengan wafatnya Pimpinan Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Anre Gurutta Prof. Dr. H. M. Rafii Yunus Martan. MA.,

Anre Gurutta menghembuskan nafas trakhir pada Senin 29 Januari 2018 di Rumah sakit Labuang Baji Makassar sekitar pukul 19.24 waktu malam, rencana awal proses pemakaman Gurutta berpusatkan di rumah jabatan Pengurus Besar As’adiyah  Jalan Masjid Raya Sengkang namun setelah beberapa jam kemudian beredar pesan dari kerabat Anre Gurutta dengan bertuliskan ”Keputusan rapat keluarga, Gurutta akan dimakamkan di Pemakaman Umum Sudiang, besok Jam 11 jenazah diberangkatkan dari rumah duka menuju Mesjid Al Markas, dan akan dilakukan prosesi sholat jenazah setelah Sholat Dhuhur.”

Dengan adanya pemberitahuan tersebut sontak santri, alumni dan masyarakat Wajo yang semalam menunggu kedatangan jenazah  sangat kecewa karena proses pemakaman Almarhum Anre Gurutta tak jadi dikebumikan di kota santri ini. Tampak semalam terlihat  Ketua DPC Partai  PKB Kabupaten Wajo, Sumardi Arifin, Ketua DPRD H. Yunus Panaungi. SH, Kepala Kemenag Kab. Wajo Bapak DR.H.M. Arsyad Ambo Tuo, M.Ag.,  KH. Anwar Sadat  Malik Lc.MA., Ir. Sudirman Meru, Pimpin an GP Ansor Kab. Wajo Dr. Abd. Malik SH. MH., Serta jajaran Petinggi As’adiyah, yang menanti kedatangan Jenazah.

Kekecewaan pun dikirimkan  di salah satu akun  Instagram @adiyahpusat  

@mizi118 Kenapa bukan sengkang ????😔  

@ahmad_humaidy Waduh… Tadi as’adiyah yg berduka, skrg sengkang berduka krn tanahnya tdk dipakai lagi untuk memeluk waliyullah… Kalau di kota besar mungkin suatu saat akan hilang dengan terkenanya dampak pembangunan di wilayah kota makassar…  

@ahmad_humaidy Semoga tidak terjadi agar santri tetap bisa berziarah ke makam anregurutta…