Makhluk bernyawa pasti mengalami mati. Dan tibanya kematian seseorang tidak disangka-sangka. Memang kematian merupakan ketetapan Allah yang tidak bisa ditawar lagi. Sekalipun manusia tidak mengetahui kedatangan mati, namun yang jelas semua makhluk bernyawa pasti mengalami mati. Allah berfiman yg artinya:
“Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati” (QS. 3 : 185).
Pada Senin 29 Januari 2018 sekitar pukul 19.24 Pimpinan Pusat Pesantren As’adiyah Sengkang Kabupaten Wajo, Anregurutta Prof.Dr.H.M. Rafii Yunus Martan. MA., hembuskan nafas terakhir di usia 77 tahun di Rumah Sakit Labung Baji Makassar. Sebelumnya beliau mendapatkan perawatan medis beberapa hari akibat sakit yang diderita.
 
Anregurutta sendiri dimakamkan di Pemakaman Umum Sudiang Makassar, pada hari selasa 31 Januari 2018. Proses pemakaman dihadiri keluarga, toko masyarakat, pejabat pemerintah setempat serta petinggi as’adiyah dan para santri Gurutta.
 
Anregurutta meninggalkan 3 orang putra, menantu dan 9 cucu sedangkan Istri Gurutta yang bernama Hj. Sitti Wafia lebih dulu terpanggil oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada tahun 2009 di Makassar. Beberapa hari sebelum berpulangnya Anregurutta, Beliau ingin sekali habiskan waktu  bersama putra dan cucu cucunya dipantai “Aku ingin menikmati makan ikan bakar dipinggir pantai bersama kau dan cucu2ku” ucap Anregurutta semasa hidupnya tulisan di status media sosial Ahmad Sunnari Rafii.
 
Berikut status Putra dari Anregurutta Ahmad Sunnari Rafii :
Dialog beberapa hari sebelum wafat: MACINNA CINNAKA’ NAK LAO MANRE TUNU BALE KOO WIRINNA TASI’E SIBAWA APPOOKU’.. (Aku ingin menikmati makan ikan bakar dipinggir pantai bersama kau dan cucu2ku). Belum sempat kami antar beliau ketempat yg diinginkan, Allah berkehendak lain. Selamat Jalan Bapak, kedisiplinan dan tawamu takkan terdengar lagi.