Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) kembali digelar, Kegiatan tahunan berskala nasional yang diprakarsai oleh Bank Indonesia (BI) yakni acara high level discussion dengan tema “Fastabiqul Khairat melalui Pesantren sebagai Salah Satu Rantai Nilai Halal” (11/12), yang diselenggarakan sebagai rangkaian Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 pada 11 sd. 15 Desember 2018 di Surabaya..

Sebanyak 150 pondok pesantren hadir dalam ajang ISEF yang berskala nasional ini termasuk pengurus pusat pondok pesantren As’adiyah yang diwakili K. H. Muhammad Subhan Judda., S.Ag., M. Pd.I dan Drs. Alwi Muhammad. Dihari pertama dalam ajang pertemuan itu ialah high fokus discussion dengan narasumber dari beberapa pimpinan pondok pesantren yang sudah berhasil melakukan upaya peningkatan ekonomi pesantren.

K. H. Muhammad Subhan Judda foto berama dengan Perry, Gubernur BI

Mewakili pondok pesantren As’adiyah, K.H. Muh. Subhan Judda., S.Ag., M. Pd.I selaku Sekretaris PP As’adiyah mendapat kehormatan untuk tampil mendampingi gubernur Bank Indonesia (BI) saat membuka acara tersebut. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren untuk mendukung pesantren sebagai basis arus ekonomi Indonesia.

Pertama, pengembangan berbagai unit usaha berpotensi yang memanfaatkan kerjasama antar pesantren. Kedua, mendorong terjalinnya kerjasama bisnis antar pesantren melalui penyediaan virtual market produk usaha pesantren sekaligus business matching.

Ketiga, pengembangan holding pesantren dan penyusunan standarisasi laporan keuangan untuk pesantren dengan nama SANTRI (Standar Akuntansi Pesantren Indonesia) yang dapat digunakan oleh setiap unit usaha pesantren,” ujar Perry (cnbcindonesia.com)

Selain dihadiri dari pondok pesantren kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah pengusaha dan perbankan Nasional dengan ikut serta mengisi booth pameran.