Rabu 26/12/18 Jelang akhir tahun 2018 Tim Monitoring (BI) Bank Indonesia gelar kunjungan ke Pabrik Daur Ulang Sampah Pondok Pesantren As’adiyah, Jalan Teratai No. 10 Sengkang Kabupaten Wajo. kunjungan tersebut untuk memonitoring mengenai pengembangan pengelolaan (DU) Daur Ulang Sampah di As’adiyah.

H. Jafar Aras bersama KH. Muhammad Subhan Judda yang bertanggung jawab dalam pengeloloan daur ulang sampah tersebut menjelaskan secara rinci kepada tim monitoring BI mengenai proses cara kerja daur ulang sampah terebut. Awalnya kita kumpulkan botol dan gelas plastik telebih dahulu yang kita dapatkan disekitar halaman pesantren juga dari dinas kebersihan kemudin ditahap penyortiran botol dan gelas plastik yang terkumpul dipisahkan supaya warna tidak tercampur saat proses penggilingan. Kemudian proses penggilingan menggunakan mesin perajang supaya sampah plastik menjadi bentuk ukuran kecil atau dikenal dengan sebutan caca plastik, setelah itu proses penjemuran yang memakan waktu 7 – 8 Jam.

Lanjut KH. Subhan mengatakan  untuk saat ini kita terkendala di bagian penyortiran  karna sebelum masuk ke penggiliangan, terlebih dahulu botol dan gelas plastik harus dipisahkan  warna dan tutupnya dan ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Tuturnya

Setelah  kunjungan ke As’adiyah Bapak Imam Juhartono bersama Timnya kembali melajutkan perjalanan ke Desa Abbanuangnge Kecamatan Pammana untuk memantau perkembangan pompa air yang merupakan juga bantuan dari Bank Indonesia.

Imam Juhartono sebulum meninggalkan lokasi pabrik mengatakan semoga dengan adanya program bantuan ini bisa bermanfaat untuk Pesantren As’adiyah dan bisa mendukung prekonomiannya kedepan. Beliau berharap dengan adanya pabrik daur ulang ini santri juga bisa mendapatkan manfaatnya khususnya dalam pengembangan keterampilan santri.