Pondok pesantren As’adiyah pusat Sengkang menggelar upacara Hari Santri  yang dilaksanakan kompleks As’adiyah Lapongkoda Jalan Veteran Sengkang, Jum’at 22 Oktober 2021

 

Proses upacara hari santri berlangsung sekitar pukul 07.40 Waktu pagi berjalan dengan khidmat dan meriah. Dihadiri Bupati Wajo, Wakil Ketua Umum, Polres Wajo, Rektor IAI dan ratusan santri dari berbagai tingkatan.

Bupati Wajo H. Amran Mahmud selaku pembina upacara dalam amanatnya menyampaikan isi pidato Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa maksud tema Santi Siaga Jiwa Raga adalah bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan lndonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

“Siaga Jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran lslam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa lndonesia. Sementara Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk lndonesia. Oleh karena itu, santri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk lndonesia,” ucap Kamad saat membacakan pidato Menteri Agama.

Jadi, Siaga Jiwa Raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu mensucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai ‘tirakat’ lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Usai bacakan isi pidato Menteri Agama, Bupati Wajo mengajak Kepada seluruh santri untuk mempersiapkan diri menjadi sebagai generasi insani, qur’ani, generasi pemimpin dan generasi masa depan.

Apapun tugas yang telah diberikan kita harus memiliki jiwa patriotisme, jiwa kebangsaan, jiwa NKRI dan inilah hakikatnya hari santri kita laksanakan. (jo)