RISALAH ISTIQLAL UNTUK AS’ADIYAH

Ikatan Keluarga dan Alumni As’adiyah (IKAKAS) Jakarta sukses menyelenggarakan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) Pra Muktamar As’adiyah XV pada hari Ahad 02 Oktober 2022 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Seminar dan FGD tersebut melibatkan sejumlah unsur Pengurus Pusat (PP) As’adiyah, Dewan Pakar, Steering Committee (SC) dan perwakilan pengurus IKAKAS seluruh Indonesia. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting yang disebut RISALAH ISTIQLAL UNTUK AS’ADIYAH. Risalah tersebut mencakup aspek utama; a) Pendidikan dan Dakwah; b) Manajemen Kelembangaan dan c) Penguatan Ekonomi Pesantren. Risalah tersebut diharapkan menjadi sumbangsih pemikiran dalam menyukseskan pelaksanaan Muktamar As’adiyah XV di Sengkang dan menjadi bahan renungan bersama untuk As’adiyah lebih bermartabat.

A. PENDIDIKAN DAN DAKWAH :

1. Penguasaan Bahasa Sumber:

Perlunya peningkatan penguasaan bahasa sumber sebagai syarat utama untuk mengakses kitab-kitab klasik maupun kontemporer, dan terlibat aktif dalam diskursus nasional maupun global.

2. Penguatan Akidah Aswaja:

Pentingnya penguataan akidah Ahlusunnah Waljamaah (ASWAJA) dengan menginternalisasi ajaran washatiyah As’adiyah kepada seluruh santri dan masyarakat secara berkelanjutan sabagai respon terhadap teologi transnasional yang intoleran dan radikal dalam beragama.

3. Revitalisasi Media Dakwah:

Revitalisasi media dakwah As’adiyah melalui digitalisasi sebagai upaya mengarusutamakan paham keagamaan As’adiyah yang moderat di kalangan generasi milenial.

4. Spiritualitas sebagai Pondasi

Di tengah kecanggihan teknologi dan perkembangan sains yang sangat pesat, As’adiyah diharapkan tetap mampu penjadi sumber dan obor spritualitas umat, baik dalam konteks bernegara maupun beragama.

5. Reformasi Perpustakaan

Untuk meningkatkan wawasan keilmuan dan melestarikan khazanah keilmuan Anre Gurutta, perpustakaan As’adiyah perlu perbaikan dan penguatan baik fasilitas maupun referensi, seperti tersedianya kitab-kitab Anre Gurutta, kitab klasik dan buku kontemporer yang bisa diakses secara terbuka.

 

B. MANAJEMNEN KELEMBAGAAN:

1. Transformasi Struktur Kelembagaan :

Transformasi struktur kelembagaan (membentuk Majelis Masyaikh, Dewan Pakar, dan Tanfidziah/Pengurus Harian) sangat mendesak dalam merespon tantangan nasional maupun global.

2. Manajemen Kelembagaan yang Modern :

Pentingnya manajemen kelembagaan yang modern dengan meningkatkan peran kepemimpinan manajerial yang progresif agar As’adiyah mampu beradaptasi dan menghadapi tantangan global.

3. Manajemen Lembaga Tahfiz Terintegrasi :

Pentingnya penguatan manajemen lembaga tahfiz yang profesional melalui kurikulum terintegrasi untuk melahirkan hafiz-hafizah yang berkualitas dan berdaya saing baik di tingkat nasional maupun internasional.

4.  Ineventaris Aset Pusat maupun Cabang :

Perlunya pendataan ulang seluruh aset As’adiyah baik di pusat maupun cabang untuk menjaga kekayaan dan menghindari sengketa di masa depan.

5.  Konsolidasi dan Koordinasi Alumni :

Peningkatan konsolidasi dan koordinasi seluruh alumni sebagai aset besar untuk memperkuat eksistensi As’adiyah dalam pendidikan, dakwah dan ekonomi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

6. Mewujudkan TV As’adiyah :

Dalam merespon perkembangan yang semakin pesat, TV As’diyah sangat mendesak untuk diwujudkan sebagai media pendidikan dan dakwah yang lebih kontekstual.

C. KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN

1. As’adiyah Tower

As’adiyah Tower adalah mascusuar yang menjadi pusat menajemen kelembagaan yang modern dan terintegrasi melalui Teknologi Informasi (IT), sekaligus menjadi pusat aktivitas pendidikan, dakwah maupun ekonomi.

2. Memaksimalkan Lembaga Amil Zakat (LAZ) As’adiyah

Zakat dan waqaf merupakan sumber daya ekonomi umat yang sangat potensial untuk dikelola secara profesional dengan memaksimalkan fungsi Lembaga Amil Zakat (LAZ) As’adiyah dalam memperkuat kemandirian pesantren.

3. Ekonomi Kreatif

Mendorong pengurus As’adiyah untuk menjalin kerjasam dengan berbagai pihak, khususnya alumni untuk meningkatan peluang ekonomi kreatif, seperti  Hotel Syariah dan Wisata Religi, yang menjadi salah satu sumber ekonomi yang sangat potensial dalam merespon pasar global.

Demikian beberapa poin utama Risalah Istiqlal untuk Muktamar As’adiyah ke XV di Sengkang. Untuk mewujudkan risalah tersebut, peran penting seluruh keluarga dan alumni As’adiyah merupakan harapan besar, terutama keterlibatan langsung A.G. Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA., dalam membangun As’adiyah  menuju  perguruan/pesantren yang lebih bermartabat.

Ditetapkan di Jakarta, Ahad 02 Oktober 2022

Ttd.
Para Narasumber, Peserta Seminar dan FGD.