
Media Center As’adiyah- Anre Gurutta KH. M. As’ad, seorang Mahaguru yang menapaki sejarah abad ke-20, tidak hanya menjadi pendiri Pondok Pesantren As’adiyah tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam membentuk landasan spiritual bagi ulama Bugis di Sulawesi Selatan.
Pesantren di wilayah ini, seiring dengan pertengahan abad ke-20, hampir semuanya memiliki jaringan intelektual serta kiblat yang sama ke AG KH. Muhammad As’ad. Menandai keberadaannya, beliau mendirikan al-Madrasah al-Arabiyah al-Islamiyah (MAI) di kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Transformasi MAI menjadi Madrasah As’adiyah dan kemudian Pesantren As’adiyah, merefleksikan perjalanan dan perkembangan pesantren ini di bawah pengaruh beliau.
Melalui wawancara eksklusif, kami berkesempatan untuk mendengarkan langsung cerita dan pesan berharga dari Pung And. Rahman, Anak Anre Gurutta As’ad membuka pembicaraan dengan tulus, menggambarkan kehidupan sehari-hari mereka yang kental dengan nilai-nilai spiritual. Dari wawancara tersebut, terungkap bahwa terdapat tiga pesan utama yang ditinggalkan oleh Anre Gurutta KH. Muh. As’ad, dan diwariskan secara khusus
1. Jagalah Shalat Lima Waktumu: Pijakan Kokoh dalam Kehidupan
Anre Gurutta menekankan pentingnya menjaga shalat lima waktu sebagai pondasi kokoh bagi umat Islam. Lebih dari sekadar ibadah rutin, shalat menjadi sarana utama untuk memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta. Pesan ini memandu setiap individu yang mengikuti jejak kebijaksanaan Anre Gurutta untuk tetap menjaga ibadah shalatnya.
2. Jujurlah Disegala Perkataan: Fondasi Hubungan yang Kuat
Warisan Anre Gurutta KH. Muh. As’ad mencakup pesan tentang integritas dan kejujuran sebagai dasar utama hubungan baik dengan sesama manusia maupun Sang Khalik. Dengan menjaga kejujuran, seseorang dapat membangun kepercayaan yang kuat di antara sesama, menciptakan fondasi yang tak tergoyahkan.
3. Jangan Musyrik: Dosa yang tidak terampuni
Pesan ketiga yang disampaikan Anre Gurutta KH. Muh. As’ad adalah peringatan untuk menghindari kesyirikan. Beliau yakin bahwa kesyirikan adalah dosa besar yang tak terampuni, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan kehati-hatian penuh, Anre Gurutta KH. Muh. As’ad memperingatkan keturunannya agar tidak tergoda oleh godaan dunia yang dapat membawa pada kesyirikan.
Melalui wawancara ini, kita mendapat wawasan yang mendalam tentang pesan-pesan Anre Gurutta yang terus mengalir sebagai sumber inspirasi bagi keturunannya dan juga anak didiknya. Semoga nilai-nilai yang diterima dari Anre Gurutta dapat memberikan pencerahan bagi kita semua dalam menjalani kehidupan ini dengan penuh keberkahan.(nm)
Memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan dan pemusatan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis pondok pesantren. Untuk itu, Pondok Pesantren As’adiyah membuka peluang partisipasi umat dalam mendukung cita-cita luhur tersebut melalui Program Wakaf Produktif.
Hubungi Kami
Meriahkan Kemah Baden Powell’s Day 2025, MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara Umum
Santri MTs As’adiyah Putri Pusat Sengkang Raih Prestasi dalam Perlombaan Seni se-Kabupaten Wajo
Guru Madrasah Aliyah Putri Sengkang Raih Juara III Lomba Media Pembelajaran Tingkat Nasional
MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara 3 Pada Parade Paskibra Sekolah Tingkat SMA/SMK/MA SE-SULAWESI SELATAN di MAN Wajo
MAS As’adiyah Putra Macanang Raih Juara 3 Parade Paskibra Sekabupaten WajoPondok Pesantren As’adiyah
JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia
