Rabu, 15-07-2026
  • Selamat datang di situs Pondok Pesantren As'adiyah Pusat Sengkang | Telah dibuka Pendafatan Santri Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 untuk info selengkapnya silahkan visit psb.asadiyahpusat.org

Pondok Pesantren As’adiyah Hadiri Rukun Festival 2026, Dukung Penguatan Harmoni dan Spiritualitas Generasi Muda

📅 📁 Kategori: Berita

Media Center As’adiyah — Pondok Pesantren As’adiyah menghadiri Rukun Festival: Celebration of Harmony yang diselenggarakan oleh Nasaruddin Umar Office (NUO) di The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/7/2026). Kehadiran Pondok Pesantren As’adiyah pada festival tersebut diwakili oleh Sekretaris Jenderal Pondok Pesantren As’adiyah, Gurutta Drs. H. Andi Muh. Hasbi Gani, M.Si.

Rukun Festival merupakan ruang kolaboratif yang mempertemukan anak muda, komunitas, kreator, dan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk saling terhubung, berbagi inspirasi, serta memperkuat semangat hidup berdampingan dalam keberagaman. Festival yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 22.00 WIB itu menjadi salah satu program khusus yang digagas oleh Nasaruddin Umar Office sebagai wadah penguatan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan spiritualitas.

Mengusung tema “Celebration of Harmony”, Rukun Festival 2026 dirancang sebagai titik temu kreativitas, refleksi diri, dan kebersamaan lintas generasi. Berbagai rangkaian kegiatan disajikan untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, membangun karakter yang inklusif, berdaya, dan memiliki kedalaman spiritual.

Dalam sambutannya, Anre Gurutta Prof. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Nasaruddin Umar Office hadir sebagai ruang pembinaan spiritual bagi generasi muda, khususnya mereka yang berusia di bawah 30 tahun. Menurut Anre Gurutta, perkembangan teknologi dan derasnya arus media sosial menuntut generasi muda memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual.

“Kita harus mempersiapkan pangkalan pendaratan spiritual generasi kita yang under 30 tahun. Ini perlu diberikan direction, roadmap ke depan seperti apa kehidupan spiritual yang harus kita persiapkan agar mereka mampu menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” ujar Anre Gurutta Prof. Nasaruddin Umar.

Anre Gurutta menjelaskan bahwa kaum muda perlu dibiasakan melakukan refleksi diri atau go in, yakni mengenal dirinya sendiri melalui kontemplasi agar memiliki ketahanan batin dalam menghadapi tantangan kehidupan. Menurut Anre Gurutta, semakin seseorang mampu mengenal dirinya, semakin dekat pula hubungannya dengan Tuhan.

“The more you go in yourself, the closer you are to the God. Makin dalam kalian masuk ke dalam diri sendiri, melakukan penghayatan, insyaallah semakin dekat Anda dengan Tuhan,” tuturnya Anre Gurutta.

Selain itu, Anre Gurutta Prof. Nasaruddin Umar juga menyampaikan gagasannya mengenai pentingnya memperluas semangat unity (persatuan) sebagai kelanjutan dari konsep toleransi. Menurut Anre Gurutta, masyarakat Indonesia memiliki lebih banyak nilai universal yang dapat dipersatukan daripada sekadar menonjolkan perbedaan.

Anre Gurutta mencontohkan bahwa berbagai agama memiliki banyak kesamaan nilai kemanusiaan yang dapat menjadi fondasi membangun kehidupan bersama. Karena itu, Anre Gurutta mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan perbedaan menjadi sama, maupun memaksakan persamaan menjadi berbeda, melainkan membangun kebersamaan berdasarkan nilai-nilai universal yang dimiliki bersama.

Pada kesempatan tersebut, Anre Gurutta Prof. Nasaruddin Umar juga membagikan pengalamannya dalam menjaga produktivitas di tengah berbagai amanah yang diemban. Anre Gurutta menekankan pentingnya budaya membaca, menulis, disiplin mengatur waktu, berolahraga secara rutin, serta menjaga keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan kedekatan kepada Allah SWT.

Menurut Anre Gurutta, ilmu pengetahuan harus menjadi jalan untuk semakin mendekatkan manusia kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, semangat iqra harus selalu berjalan beriringan dengan nilai-nilai ketuhanan agar ilmu yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi kehidupan.

“Iqra tanpa bismi rabbik akan melahirkan monster, dan bismi rabbik tanpa iqra akan melahirkan kelemahan. Karena itu, ilmu harus menjadi jalan untuk semakin mendekatkan manusia kepada Tuhannya,” ungkap Anre Gurutta.

Keikutsertaan Pondok Pesantren As’adiyah dalam Rukun Festival 2026 menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam mendukung berbagai ikhtiar memperkuat persatuan bangsa, mempererat dialog lintas elemen masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai moderasi, harmoni, dan spiritualitas kepada generasi muda Indonesia.(nm)

 

Program Utama

Kampus III Pondok Pesantren As’adiyah Macanang

Memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan dan pemusatan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis pondok pesantren. Untuk itu, Pondok Pesantren As’adiyah membuka peluang partisipasi umat dalam mendukung cita-cita luhur tersebut melalui Program Wakaf Produktif.

Hubungi Kami

Akses Cepat

Pondok Pesantren As’adiyah

JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia

0853 3344 4993

info@asadiyahpusat.org

www.asadiyahpusat.org