Doa Belum Dikabulkan, Apa Allah Tidak Sayang?
Media Center As’adiyah — Berdoa adalah cara seorang hamba meminta kepada Tuhan dengan harapan yang mereka panjatkan terwujud. Namun, ketika doa yang diutarakan belum juga terkabul, terkadang menimbulkan pertanyaan apakah Allah tidak mendengar atau tidak menyayangi hamba-Nya? Dalam program pengajian Halqah bersama Anre Gurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., mengingatkan bahwa doa bukan semata-mata tentang mendapatkan apa yang diminta, tetapi tentang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam kajian tersebut, Anre Gurutta menjelaskan bahwa ada dua hal yang perlu dipahami dalam berdoa, yaitu perbuatan berdoa itu sendiri dan pengabulan doa. Bagi seorang santri, yang lebih utama bukan hanya menunggu doa dikabulkan, melainkan menjadikan doa sebagai bentuk ibadah.
Hal ini berkaitan dengan firman Allah dalam QS. Ghafir ayat 60 yang memerintahkan manusia untuk berdoa kepada-Nya. Namun, menurut Anre Gurutta, doa tidak seharusnya dipahami hanya dari sisi hasil yang ingin diperoleh.
“Lebih penting mana, berdoa atau pengabulan doa?” demikian pertanyaan yang diajukan kepada para santri
Gurutta menjelaskan tiga tingkatan doa, yaitu du'a bilisanil maqal, doa yang diucapkan melalui lisan, du'a bilisanil hal, doa yang lahir dari kesungguhan hati, dan du'a bilisanil isti'dad, doa yang disertai kesiapan menerima apapun ketetapan Allah.
Menurut Gurutta, tingkatan ketiga merupakan kualitas doa yang paling tinggi karena seseorang tidak hanya meminta, tetapi juga berserah diri terhadap apa pun yang Allah berikan.
“Pokoknya ridho kita menerima apa pun dari Allah. Apakah itu pengabulan doa, apakah itu penolakan doa, ataukah diterima sedikit atau diterima 75%. Itulah yang paling tinggi nilainya doa itu,” jelas Gurutta.
Untuk menggambarkan hal tersebut, Anre Gurutta memberikan perumpamaan seorang ibu yang sedang mencuci piring. Ketika melihat pisau yang tajam dan mengkilap, anaknya yang masih kecil meminta pisau tersebut untuk dijadikan mainan. Meski anaknya menangis dan terus meminta, sang ibu tetap tidak memberikannya karena khawatir benda itu akan melukai anaknya.
Apakah sikap ibu tersebut berarti tidak menyayangi anaknya? Justru sebaliknya, karena kasih sayang itulah sang ibu tidak memenuhi permintaan yang dapat membahayakan anaknya.
Begitu pula ketika manusia berdoa kepada Allah. Ada kalanya sesuatu yang diminta belum diberikan karena Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
“Kalau sudah berdoa berkali-kali tidak dikabulkan Allah, berarti Allah tahu mana yang terbaik buat kita,” ungkap Anre Gurutta.
Melalui kajian ini, Anre Gurutta mengingatkan agar umat Islam tidak berlebihan ketika doa segera dikabulkan dan tidak bersedih ketika permintaannya belum terwujud. Sebab, belum terkabulnya doa bukan berarti Allah tidak menyayangi hamba-Nya. Yang terpenting adalah terus berdoa, mendekatkan diri kepada Allah, dan menerima setiap ketetapan-Nya dengan penuh keridhaan.(ht)
Referensi Sumber Video
Judul: PENGAJIAN HALQAH | AG. Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA
Kanal: As'adiyah Channel
Tanggal Publikasi: 12 November 2023
Link: https://youtu.be/-zug73K5YKE?si=Bv-mV57Q91VxiAGb


