Menag RI Letakkan Batu Pertama Masjid H. Ahmad Melleng, Jejak Kebaikan Sang Dermawan di Kampus III As’adiyah Macanang

S.H
Editor
Senin, 05 Oktober 2026 | 45x
Menag RI Letakkan Batu Pertama Masjid H. Ahmad Melleng, Jejak Kebaikan Sang Dermawan di Kampus III As’adiyah Macanang

MACANANG, Ahad, 4 Oktober 2026 — Momentum pembangunan sarana ibadah kembali hadir di Kampus III As’adiyah Macanang. Menteri Agama Republik Indonesia, AG. Prof. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid H. Ahmad Melleng, Ahad (4/10/2026).

Peletakan batu pertama tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan masjid yang diharapkan menjadi salah satu pusat ibadah, pembinaan keagamaan, dan pendidikan karakter bagi santri serta keluarga besar As’adiyah di Kampus III As’adiyah Macanang.

Masjid ini dibangun atas inisiatif H. Ahmad Melleng, seorang dermawan yang berasal dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. H. Ahmad Melleng sebelumnya juga telah menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan rumah-rumah ibadah dengan turut membangun masjid di sejumlah tempat.

Namun, pembangunan masjid di Kampus III As’adiyah Macanang memiliki cerita tersendiri. Kali ini, H. Ahmad Melleng berinisiatif membangun sebuah masjid di lingkungan pendidikan As’adiyah dan menghendaki agar nama beliau diabadikan sebagai nama masjid, sehingga masjid tersebut dikenal dengan nama Masjid H. Ahmad Melleng.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari ikhtiar seorang dermawan untuk menghadirkan sarana ibadah yang dapat dimanfaatkan oleh banyak orang, khususnya para santri yang menuntut ilmu di Kampus III As’adiyah Macanang.

Keberadaan Masjid H. Ahmad Melleng nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan salat berjamaah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan keislaman bagi para santri. Masjid dapat menjadi tempat berlangsungnya kegiatan keagamaan, pembelajaran Al-Qur’an, kajian, dakwah, pembinaan akhlak, serta berbagai aktivitas pendidikan yang mendukung terbentuknya generasi berilmu dan berakhlak mulia.

Bagi lingkungan pesantren, masjid memiliki posisi yang sangat penting. Masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter dan kehidupan keagamaan para santri.

Karena itu, pembangunan Masjid H. Ahmad Melleng di Kampus III As’adiyah Macanang diharapkan semakin memperkuat suasana pendidikan dan pembinaan keagamaan di lingkungan kampus yang menjadi bagian dari perjalanan panjang As’adiyah dalam mendidik dan membina generasi umat.

Peletakan Batu Pertama Menjadi Momentum Bersejarah

Kehadiran AG. Prof. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. dalam peletakan batu pertama memberikan makna tersendiri bagi pembangunan masjid ini. Selain sebagai Menteri Agama Republik Indonesia, beliau juga merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang. Profil resmi Kementerian Agama mencatat bahwa Prof. Nasaruddin Umar menjabat sebagai Menteri Agama sejak dilantik pada 21 Oktober 2024 dan juga tercatat sebagai Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang sejak 2022.

Dengan demikian, momentum peletakan batu pertama ini mempertemukan dua dimensi penting: ikhtiar pembangunan sarana ibadah dan penguatan pendidikan pesantren.

Pembangunan Masjid H. Ahmad Melleng juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas yang semakin memadai di Kampus III As’adiyah Macanang, seiring dengan perkembangan aktivitas pendidikan, kepesantrenan, dan pembinaan santri.

Pembangunan masjid tentu bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, terdapat harapan agar setiap prosesnya menjadi bagian dari amal kebaikan yang terus memberikan manfaat.

Masjid yang kelak digunakan untuk salat berjamaah, membaca dan mempelajari Al-Qur’an, berzikir, menuntut ilmu, berdakwah, serta membina akhlak para santri diharapkan dapat menjadi sumber pahala yang terus mengalir.

Karena itu, keluarga besar As’adiyah menyampaikan doa dan harapan agar ikhtiar H. Ahmad Melleng dalam membangun masjid ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Semoga pembangunan Masjid H. Ahmad Melleng diberikan kelancaran hingga selesai, menjadi tempat yang makmur dengan ibadah dan ilmu, memberikan manfaat bagi santri dan masyarakat, serta menjadi amal jariyah bagi H. Ahmad Melleng dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunannya.

Semoga nama H. Ahmad Melleng yang diabadikan pada masjid ini senantiasa dikenang bukan sekadar karena sebuah bangunan, tetapi karena jejak kebaikan yang terus hidup melalui ibadah, ilmu, dan kemanfaatan bagi umat.

Dari sebuah niat baik, lahir sebuah rumah Allah. Dari rumah Allah, tumbuh generasi yang berilmu dan berakhlak. Dan dari setiap kebaikan yang terus dimanfaatkan, semoga mengalir pahala yang tiada terputus.