Peneliti MoRA The Air Funds Ma’had Aly As’adiyah Serahkan Policy Brief kepada Direktorat Pesantren Kemenag RI

N.M
Editor
Kamis, 05 November 2026 | 22x
Peneliti MoRA The Air Funds Ma’had Aly As’adiyah Serahkan Policy Brief kepada Direktorat Pesantren Kemenag RI

Media Center As’adiyah – Peneliti program MoRA The Air Funds Ma’had Aly As’adiyah Sengkang menyerahkan dokumen rekomendasi kebijakan (policy brief) kepada Direktur Ma’had Aly, Direktorat Pesantren, Kementerian Agama Republik Indonesia. Penyerahan dokumen tersebut diwakili oleh dosen Ma’had Aly As’adiyah Sengkang sebagai bentuk kontribusi akademik dalam mendorong penguatan kebijakan dan pengembangan kelembagaan Ma’had Aly di Indonesia.

Dokumen policy brief yang diserahkan merupakan hasil penelitian tim MoRA The Air Funds Ma’had Aly As’adiyah Sengkang. Penelitian tersebut mengkaji berbagai aspek pengembangan keilmuan dan kelembagaan Ma’had Aly, khususnya dalam merespons tantangan pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah rekomendasi strategis yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan Kementerian Agama RI dalam merumuskan kebijakan pengembangan Ma’had Aly secara nasional.

Dalam dokumen tersebut, terdapat empat rekomendasi utama yang disampaikan kepada Direktorat Ma’had Aly. Pertama, penyusunan kerangka teknis integrasi keilmuan sebagai pedoman operasional pengembangan kurikulum. Rekomendasi ini bertujuan memberikan arah yang lebih sistematis bagi Ma’had Aly dalam mengintegrasikan tradisi keilmuan Islam berbasis kitab kuning dengan perkembangan disiplin ilmu pengetahuan kontemporer.

Kedua, penerbitan regulasi mengenai pengembangan konsentrasi keilmuan di lingkungan Ma’had Aly. Pengaturan ini dinilai penting untuk memberikan kepastian dan landasan kelembagaan bagi pengembangan spesialisasi keilmuan sesuai dengan karakteristik, potensi, dan keunggulan masing-masing Ma’had Aly. Dengan demikian, pengembangan konsentrasi tidak hanya bertumpu pada tradisi akademik pesantren, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Ketiga, pembangunan pangkalan data konsentrasi keilmuan dan dosen Ma’had Aly secara nasional. Ketersediaan data yang terintegrasi diharapkan dapat membantu Kementerian Agama dalam memetakan persebaran konsentrasi keilmuan, kualifikasi dosen, serta kebutuhan pengembangan sumber daya manusia. Pangkalan data tersebut juga dapat menjadi dasar dalam merancang program peningkatan kapasitas akademik dan penguatan mutu kelembagaan Ma’had Aly secara lebih terukur.

Keempat, pemberian insentif bagi Ma’had Aly yang mengembangkan unit kajian integratif. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya pusat-pusat kajian yang menghubungkan tradisi keilmuan Islam dengan pendekatan multidisipliner dan interdisipliner. Keberadaan unit kajian integratif juga berpotensi memperkuat kegiatan penelitian, pengembangan metodologi keilmuan, serta produksi pengetahuan Islam yang responsif terhadap persoalan masyarakat kontemporer.

Penyerahan policy brief ini menjadi salah satu bentuk hilirisasi hasil penelitian MoRA The Air Funds, yakni upaya menghubungkan temuan akademik dengan kebutuhan perumusan kebijakan publik. Melalui rekomendasi tersebut, tim peneliti berharap hasil penelitian tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan wacana akademik, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan Ma’had Aly.

Tim peneliti MoRA The Air Funds Ma’had Aly As’adiyah Sengkang berharap rekomendasi yang disampaikan dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari Direktorat Ma’had Aly, Kementerian Agama RI. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Ma’had Aly As’adiyah Sengkang untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam melalui penelitian, inovasi akademik, dan penguatan kebijakan kelembagaan.