Pengurus Pondok Pesantren As’adiyah Dipercaya Jadi Anggota Majelis Masyayikh, Anre Gurutta Kamaluddin Abu Nawas Dikukuhkan

N.M
Editor
Kamis, 05 November 2026 | 8x
Pengurus Pondok Pesantren As’adiyah Dipercaya Jadi Anggota Majelis Masyayikh, Anre Gurutta Kamaluddin Abu Nawas Dikukuhkan

Media Center As’adiyah — Keluarga besar Pondok Pesantren As’adiyah kembali mendapat kabar membanggakan. Salah satu pengurusnya, Anre Gurutta Prof. Dr. K.H. Kamaluddin Abu Nawas, M.Ag., dikukuhkan sebagai anggota Majelis Masyayikh masa khidmah 2026–2031. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari penetapan 15 anggota Majelis Masyayikh oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Anre Gurutta Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Terpilihnya Anre Gurutta Prof. Dr. K.H. Kamaluddin Abu Nawas, M.Ag., menjadi salah satu bentuk keterlibatan pengurus As’adiyah dalam pengembangan pendidikan pesantren di tingkat nasional. Amanah tersebut sekaligus menambah kiprah keluarga besar As’adiyah dalam dunia pendidikan Islam, khususnya dalam upaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan pesantren.

Pengukuhan anggota Majelis Masyayikh tersebut juga menjadi bagian dari perhatian Kementerian Agama terhadap peningkatan kualitas pendidikan pesantren. Dalam kesempatan itu, Anre Gurutta Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., meminta Majelis Masyayikh merumuskan langkah peningkatan mutu pendidikan pesantren melalui penilaian yang mencakup empat aspek, yakni input, output, outcome, dan impact bagi masyarakat.


Anre Gurutta Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menjelaskan bahwa penilaian pendidikan pesantren tidak hanya perlu memperhatikan proses pembelajaran, tetapi juga sumber calon santri, kualitas lulusan, serta kiprah para santri setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kita juga harus berbicara tentang outcome. Outcome-nya juga harus diukur, termasuk kiprah para santri setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren,” ujar Anre Gurutta Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.

Selain itu, Anre Gurutta Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menekankan pentingnya melihat manfaat keberadaan santri dan alumni di tengah masyarakat. Menurut Anre Gurutta, hubungan santri dengan pesantren tidak sepenuhnya berakhir setelah masa pendidikan selesai karena identitas santri tetap melekat dalam kehidupan sosial.

Anre Gurutta Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., juga menyampaikan bahwa pesantren memiliki dimensi sosial melalui kontribusinya kepada pemerintah dan masyarakat. Santri diharapkan dapat menjadi titik temu antara pemerintah dan masyarakat melalui hubungan sosial secara informal.

Dengan dikukuhkannya Anre Gurutta Prof. Dr. K.H. Kamaluddin Abu Nawas, M.Ag., sebagai anggota Majelis Masyayikh, keluarga besar Pondok Pesantren As’adiyah turut mencatatkan keterlibatan pengurusnya dalam upaya pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan pesantren di Indonesia. Amanah tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengurus As’adiyah dalam mengambil peran di tengah masyarakat dan dunia pendidikan Islam. (ht)


Sumber: Kementerian Agama Republik Indonesia. (2 November 2026). Kukuhkan 15 Anggota Majelis Masyayikh, Menag Bicara Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren

Link: https://kemenag.go.id/nasional/kukuhkan-15-anggota-majelis-masyayikh-menag-bicara-peningkatan-mutu-pendidikan-pesantren-2k1gp