Sambut Hari Santri, Pesantren Gaungkan Gerakan Satu Pohon Satu Santri
Media Center As’adiyah — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Semarak Hari Santri 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kabupaten Wajo, dengan Pondok Pesantren As’adiyah bertindak sebagai tuan rumah dalam agenda ekopesantren. Kegiatan ini ditandai dengan gerakan Satu Pohon, Satu Santri serta peletakan batu pertama pembangunan Aula Ma’had Aly di Kampus III Macanang, Kabupaten Wajo, Senin (19/10/2026). Rangkaian acara tersebut memadukan aksi pelestarian lingkungan hidup berbasis pesantren dengan penguatan sarana pendidikan keagamaan.
Melalui gerakan Satu Pohon, Satu Santri, agenda ekopesantren yang diinisiasi Kemenag Sulsel ini mengajak seluruh elemen pesantren menjaga kelestarian alam. Aksi penanaman pohon secara simbolis dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, H. Muhammad Subhan Juddah, S.Ag., M.Pd.I., Sekretaris Jenderal As’adiyah Gurutta Drs. H. Andi Muh. Hasbi Gani, M.Si., Ketua Yayasan As’adiyah Gurutta Dr. Bunyamin Yapid, Lc., M.A., Rektor Universitas As’adiyah Sengkang (UNISAD) Gurutta Prof. Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag., Asisten III yang mewakili Bupati Wajo, perwakilan DPRD Kabupaten Wajo, serta Syekh Alaa Nur Bishari Abdullah.
Gerakan ini menegaskan komitmen ekopesantren agar santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga aktif merawat bumi dan merespons krisis perubahan iklim secara nyata.
Selain aksi penghijauan, agenda ini dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Aula Ma’had Aly As’adiyah oleh Ketua Yayasan As’adiyah, Gurutta Dr. Bunyamin Yapid, Lc., M.A., sebagai langkah awal pengembangan fasilitas penunjang akademik keilmuan Islam di lingkungan pesantren.
Kegiatan Semarak Hari Santri 2026 tingkat provinsi ini dibuka secara resmi oleh Asisten III mewakili Bupati Wajo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas sinergi Kementerian Agama Sulsel dan As’adiyah, serta menekankan peran strategis santri dalam merespons tantangan global, termasuk persoalan lingkungan hidup. Penanaman pohon ini diharapkan menjadi aksi berkelanjutan di ranah pendidikan Islam.
Sinergi ekopesantren tersebut diperkuat lewat penyerahan bibit pohon dari perwakilan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Wajo kepada Pimpinan Pusat As’adiyah selaku tuan rumah untuk ditanam di Kampus III Macanang. Komitmen ini disahkan melalui penandatanganan kesepahaman Eco Pesantren oleh para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Wajo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, dan Ketua DPRD Kabupaten Wajo, dengan didampingi langsung oleh Ketua Yayasan As’adiyah.
Dukungan penuh dari tingkat pusat disampaikan oleh Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Gurutta Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., yang hadir memberikan arahan secara virtual melalui Zoom.
Dalam amanatnya, Dirjen Pesantren menekankan esensi menjaga alam sebagai tanggung jawab spiritual dan kemanusiaan.
“Yang berdzikir bukan hanya manusia, malaikat, tetapi pohon juga ikut berdzikir,” tutur Gurutta Basnang.
Ia juga menegaskan agar ekosistem pesantren terus menjadi teladan dalam menjaga kelestarian bumi.
“Silakan manfaatkan alam ini, tetapi jangan jadi manusia yang menjadi perusak alam, karena merusak alam itu sama dengan merusak masa depan,” tegas Dirjen Pesantren Kemenag RI tersebut.
Gurutta Basnang mengapresiasi Kanwil Kemenag Sulsel atas penyelenggaraan Semarak Hari Santri 2026 di Kabupaten Wajo dengan menggandeng As’adiyah sebagai tuan rumah gerakan ekopesantren.
Puncak peringatan Hari Santri 2026 tingkat provinsi ini dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 di Lapangan Merdeka Sengkang dengan menghadirkan para santri, pelajar, serta tokoh lintas agama. Rangkaian puncak acara akan diisi dengan upacara bendera, kirab santri, Ekspo Kebangkitan Pesantren, Festival Sarung Santri dan Peci, hingga penganugerahan Pesantren Award bagi kepala daerah yang mendukung pemajuan pesantren.


