Wisuda As’adiyah Sengkang, Anregurutta Nasaruddin Umar Tekankan Pentingnya Identitas Santri di Era Modern

N.M
Editor
Jumat, 16 Oktober 2026 | 121x
Wisuda As’adiyah Sengkang, Anregurutta Nasaruddin Umar Tekankan Pentingnya Identitas Santri di Era Modern

Media Center As'adiyah — Universitas Islam As’adiyah Sengkang menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka wisuda 239 lulusan program Sarjana (S1) dan Magister (S2) di Aula Sallo Hotel, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten III Bupati Wajo yang mewakili Bupati Wajo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rektor Universitas Islam As’adiyah Sengkang, Anre Gurutta Prof. Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag., serta Koordinator Kopertis Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.

Pimpinan Pusat As’adiyah sekaligus Menteri Agama Republik Indonesia, Anre Gurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., turut menyampaikan sambutan melalui sambungan virtual.

Dalam sambutannya, Anre Gurutta Nasaruddin Umar mengingatkan para wisudawan agar tidak menutup diri terhadap modernisasi. Menurut Anre Gurutta, keberlanjutan pesantren dan perguruan tinggi dalam merespons dinamika zaman sangat ditentukan oleh kreativitas dan inovasi para kadernya. Penguasaan teknologi juga menjadi hal penting untuk mendukung penyebaran pesan-pesan keagamaan yang sejuk dan moderat.

“Kepada para sarjana yang diwisuda saat ini, jadilah alumni yang adaptif, inovatif, berdiri teguh di atas nilai-nilai ke-As’adiyahan. Jangan pernah takut berhadapan dengan kemajuan teknologi. Pelajari, kuasai, dan pergunakanlah demi kemajuan masyarakat dan bangsa,” pesan Anre Gurutta.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam As’adiyah Sengkang, Anre Gurutta Prof. Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag., menyampaikan empat pesan kehidupan yang terinspirasi dari pemikiran Albert Einstein, yakni pentingnya imajinasi, ketekunan menghadapi kegagalan, kesederhanaan, serta semangat untuk terus bertanya dan memelihara rasa ingin tahu.


Dalam pesannya, Gurutta mengajak para wisudawan agar berani bermimpi dan berpikir melampaui batas kebiasaan. Menurut Gurutta, berbagai kemajuan yang dinikmati saat ini berawal dari imajinasi dan keberanian melahirkan gagasan baru.

“Anak-anakku, jadilah pemimpi yang berani berpikir di luar kebiasaan,” tutur Gurutta.

Selain itu, Gurutta Indo Santalia mengingatkan bahwa kegagalan merupakan bagian dari perjalanan hidup yang harus dihadapi dengan ketekunan. Gurutta juga menekankan pentingnya kesederhanaan dan rasa ingin tahu sebagai bekal untuk terus belajar dan berkembang.

Gurutta mengajak para lulusan untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan serta tidak berhenti mencari pengetahuan. Menurut Gurutta, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemauan untuk terus berusaha dan mengembangkan diri.

Wisuda 239 lulusan program Sarjana dan Magister ini menjadi penanda pencapaian akademik sekaligus awal dari tanggung jawab baru bagi para lulusan. Mereka diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Melalui momentum wisuda ini, Universitas Islam As’adiyah Sengkang menegaskan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan tradisi kepesantrenan, serta mampu beradaptasi menghadapi tantangan zaman.