Wujudkan Pesantren Ramah Anak, As'adiyah Bekali Pembina dengan Disiplin Positif

N.M
Editor
Jumat, 30 Oktober 2026 | 26x
Wujudkan Pesantren Ramah Anak, As'adiyah Bekali Pembina dengan Disiplin Positif

Media Center As’adiyah — Pondok Pesantren As'adiyah menggelar Pelatihan Pesantren Ramah Anak (PRA) batch 2 di Aula BUMPES Kampus II As'adiyah Lapongkoda. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pondok Pesantren As'adiyah, Gurutta Drs. H. Andi Muh. Hasbi Gani, M.Si., sebelum dilanjutkan dengan penyampaian dua materi pelatihan, Rabu (28/10/2016).

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 28-29 Oktober 2026 ini mengangkat “Mewujudkan Pesantren Ramah Anak Melalui Disiplin Positif dan Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Pesantren”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, dan komitmen pengelola pengasuhan dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, sehat, edukatif, dan ramah bagi santri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren  Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Jamil Yunus, S.Ag., beserta para jajarannya.

Dalam sambutannya, Gurutta menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan,melainkan juga jadi pembekalan bagi para pembina dan pengasuh dalam menerapkan pola pengasuhan yang tepat di lingkungan pesantren.

“Ini menjadi momen sebagai pembekalan bagaimana agar lingkungan kampus, lingkungan pondok pesantren kita itu terwujud yang namanya Pesantren Ramah Anak,” ujar Gurutta.

Gurutta menjelaskan bahwa penerapan disiplin positif perlu disertai komunikasi yang baik agar upaya menegakkan kedisiplinan tidak mengarah pada tindakan kekerasan. 

“Bagaimana kita melakukan komunikasi-komunikasi sehingga dengan apa yang kita lakukan, tindakan apa yang kita lakukan pada anak, anak tidak merasa, orang tua tidak merasa bahwa itu adalah kekerasan, itu hanya penegakan disiplin positif,” kata Gurutta.

Para pembina dan pengasuh diharapkan mampu memahami karakter santri serta menerapkan pendekatan yang mendidik dalam proses pembinaan.

Selain itu, Gurutta menekankan pentingnya membangun kedekatan emosional antara pembina dan santri. Hubungan yang baik dapat membantu menciptakan suasana pengasuhan yang nyaman sehingga santri merasa aman dan terbuka dalam berkomunikasi. Gurutta juga mengingatkan seluruh pembina dan pengasuh agar menghindari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, di lingkungan pesantren.

Pada hari pertama, pelatihan menghadirkan dua pemateri. Materi pertama bertajuk “Hukuman dan Disiplin Positif” yang dibawakan oleh Dr. Musriadi Karya, S.Ag.,M.A., dan dilanjutkan dengan materi kedua berjudul “Perilaku Misbehave dan Konsekuensi Logis” yang dibawakan oleh Andi Beri Gau, S.ST.,M.A.P.

Melalui pelatihan ini, Pondok Pesantren As'adiyah diharapkan semakin memperkuat penerapan disiplin positif dan sistem pengasuhan yang berorientasi pada perlindungan anak.(ht)