Sabtu, 13-07-2024
  • Selamat datang di situs Pondok Pesantren As'adiyah Pusat Sengkang | Telah dibuka Pendafatan Santri Baru Tahun Pelajaran 2024/2025 untuk info selengkapnya silahkan visit psb.asadiyahpusat.org

Rahasia Titik di Bawah “Ba” dalam Al-Fatihah dan “Nun” dalam Al-Qalam: Penjelasan mendalam Anregurutta Prof Nasaruddin Umar

Diterbitkan : - Kategori : Pengajian

Media Center As’adiyah – Sebagai pintu awal dalam membaca Al-Qur’an, Basmala memiliki makna mendalam yang pentig untuk dikaji. Sehingga Anre Gurutta Prof. Nasaruddin Umar mengungkapkan misteri dalam Basmala. Dalam pengajian yang dipinpim Anregurutta, salah satu fokusnya adalah titik di bawah huruf “ba” dalam Basmala.

Prof. Nasaruddin mengungkapkan bahwa Basmala merupakan harta karun tak terhingga. Dalam konteks ini, titik di bawah huruf “ba” menjadi pusat perhatian. Diungkapkan bahwa jika Al-Qur’an dipadatkan, akan terbentuk Al-Fatihah yang mencakup seluruh isi Al-Qur’an. Begitu pula dengan padatan dari “Bismillah,” yang menghasilkan huruf “ba” dengan titik di bawahnya. Inti dari huruf “ba” ialah titik dibawahnya yang menjadi kunci pembuka rahasia yang tersembunyi.

Terdapat riwayat yang menyatakan bahwa “Ketahuilah sesungguhnya rahasia dibalik kitab-kitab suci samawi (Taurat, Injil dan Zabur) ialah Al-Qur’an. Sesungguhnya keseluruhan isi Al-Qur’an tersimpul di dalam surah Al-Fatihah. Keseluruhan isi Al-Fatihah tersimpul di dalam basmalah. Inti Basmala terletak pada huruf ba. Inti huruf ba terletak pada titik dibawah ba.” Esensi huruf “ba” terletak pada titik di bawahnya, menjadi penanda makna mendalam yang menghubungkan seluruh Al-Qur’an.

Anre Gurutta Prof. Nasar juga menyoroti hubungan antara titik di bawah “ba” dalam Al-Fatihah dengan huruf “nun” pada surah Al-Qalam ayat 1:

نۤۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ

“Demilah pena dan apa yang mereka tuliskan,”

Dalam tafsir isyari, huruf “نۤ” pada ayat ini diartikan sebagai sebotol tinta, “وَالْقَلَمِ” sebagai pena, dan “وَمَا يَسْطُرُوْنَ” sebagai apa yang dituliskan atau lembaran. Ini menggambarkan makna semiotik dalam huruf “nun” yang diinterpretasikan sebagai botol tinta atau tinta itu sendiri.

Lebih lanjut, Prof. Nasaruddin membahas bahwa fenomena ini mengaitkan “ba” dan “nun” dengan penciptaan alam semesta. Titik di bawah “ba” menjadi kunci ledakan penciptaan alam semesta.

Dalam paparannya, Prof. Nasaruddin Umar menggambarkan kemampuan Allah SWT dalam menciptakan alam semesta dengan luar biasa. Allah cukup menghadirkan tinta, pena dan lembaran. Tiga hal inilah yang terdapat pada surah AL-Qalam ayat 1. Allah memerintahkan qalam untuk menulis maka ditorehkanlah ujung pena itu kedalam lembaran. Hanya dengan satu titik yang dihasilkan oleh pena, itulah sumber awal terciptanya alam semesta.

Titik tersebut terdapat di bawah huruf “ba.” Prof. Nasaruddin menjelaskan bahwa dalam ilmu fisika, ledakan dapat terjadi akibat dua hal: pemadatan yang berkelanjutan sehingga suatu objek tidak mampu menampungnya dan meledak, atau ledakan karena pembengkakan terus-menerus. Penjelasan ini sejalan dengan teori big bang yang menggambarkan terjadinya ledakan besar akibat pemadatan materi, membentuk dan menciptakan alam semesta yang kita kenal.

Titik pada huruf ba tersebut menjadi sumber kejadian alam semesta yaitu setelah pena menorehkan satu titik. Titik tersebut kemudian memadat dan meledak, menciptakan ledakan besar yang sejalan dengan teori big bang dalam fisika.

Kemudian anregurutta Prof. Nasar juga menyebutkan bahwa fenomena sekarang menunjukkan bahwa planet-planet termasuk bumi mengalami pembengkakan sehingga banyak terjadi gempa. Semakin dunia mendekati kiamat, semakin banyak gempa terjadi karena bumi mengalami pembengkakan.

Dalam konteks huruf “nun,” Prof. Nasaruddin merujuk pada penafsiran Rene Guonon, seorang ahli semiotik. Huruf “nun” digambarkan sebagai setengah bulatan yang melambangkan keabadian dan kestabilan, dengan separuh bulatan atasnya mencerminkan matahari kesempurnaan yang memberikan cahaya dan energi.

Dengan menghubungkan titik di bawah “ba” dan huruf “nun,” Anre Gurutta Prof. Nasaruddin Umar membuka pintu pemahaman mendalam terkait rahasia Basmala dan hubungannya dengan penciptaan alam semesta. Kajian ini mengajak umat Islam untuk terus mendalami makna Al-Qur’an dan memperdalam pemahaman terhadap kebesaran penciptaan Allah SWT.(nm)

 

Pengumuman

Agenda

Pondok Pesantren As’adiyah

JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia

0853 3344 4993

info@asadiyahpusat.org

www.asadiyahpusat.org