Jumat, 10-04-2026
  • Selamat datang di situs Pondok Pesantren As'adiyah Pusat Sengkang | Telah dibuka Pendafatan Santri Baru Tahun Pelajaran 2024/2025 untuk info selengkapnya silahkan visit psb.asadiyahpusat.org

Khutbah Idul Fitri 1447 H./2026 M Ramadhan Telah Lewat, Taqwa Harus Tetap Tinggal oleh Gurutta Nurdin Maratang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

 

KHUTBAH IDUL FITRI 1447 H./2026 M

RAMADHAN TELAH LEWAT, TAQWA HARUS TETAP TINGGAL

(NURDIN MARATANG)

اللهُ أَكْبَرُ (3)  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ الْفِطْرِ بَعْدَ صِيَامِ رَمَضَانَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Kaum Muslimin wal Muslimat yang dirahmati Allah,

Hari ini 1 Syawal bertepatan … Maret, gema takbir membelah angkasa. Kalimat Allahu Akbar berkumandang bukan sekadar tanda kemenangan makan dan minum, melainkan sebuah tangisan perpisahan yang samar. Hari ini kita tersenyum, namun di sudut hati terdalam, ada rasa kehilangan yang teramat besar. Ramadhan, tamu agung itu, kini benar-benar telah melangkah pergi.

Ia pergi membawa catatan amal kita. Ia pergi membawa sujud-sujud panjang kita di tengah malam. Ia pergi meninggalkan sajadah yang mungkin mulai mengering dari air mata tobat. Pertanyaannya, saat Ramadhan melambaikan tangan perpisahan, apakah takwa ikut pergi bersamanya, atau ia menetap abadi di dalam dada kita?

Tujuan ramadhan bukan sekedar perayaan idul fitri, melainkan mencapai derajat takwa, sebagaimana firman-Nya:

يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكمُ ُالصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَي الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَقُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini tidak mengatakan “agar kamu bertakwa hanya di bulan Ramadhan.” Takwa bukanlah pakaian musiman yang kita kenakan saat bulan suci dan kita tanggalkan saat Syawal tiba. Takwa tidak boleh ikut pergi saat ramadhan pamit. Takwa harus tinggal dalam hati kita.

Apa gunanya puasa sebulan penuh, jika besok kita kembali meninggalkan shalat? Apa gunanya taraweh sebulan penuh, jika kembali memakan harta haram? Apa gunanya khatam Al-Qur’an, jika lidah kita kembali menyakiti sesama?.

Jadilah kita hamba Allah yang Rabbani, bukan hamba Ramadhani. (Menjadi hamba Allah yang taat setiap saat, bukan hanya taat saat Ramadhan).

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

laonimai nripikiri pikiriki aelt medec edec, rillEn aulE rml aEKmuai aejt mriGE riyk lok ri msijiea, ri aEson rml rijgai puast yektaurEGi mrus. ri llEn rml mriGE mup jrit meber, msidEk, pEEErEhtikGi an biauea mkotoparo misEkieG.

Pertanyaannya…, apakah besok Masjid akan sepi?, apakah tangan kita sudah berat membantu sesama?, apakah lisan kita akan kembali tajam menyakiti sesama?.

Jika setelah ramadhan kita kembali lalai …

Jika setelah ramadhan kita kembali bermaksiyat …

Jika setelah ramadhan kita kembali bermusuhan..

Jika demikian, maka kita termasuk golongan yang merugi (tau rogi toGEtoGE) golongan yang hanya menyembah “Ramadhan”, bukan menyembah “Tuhannya Ramadhan.” Ulama salaf pernah berkata: “Sejelek-jelek kaum adalah mereka yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan saja.”

Hadirin yang dimuiakan Allah

Hari ini kita mengenakan pakaian terbaik .. namun ingatlah, yang Allah lihat bukanlah pakaian kita, tapi hati kita.

siag eagn tau riplwGEt rillEn rml mkomni betn tEri tobkEGi dosn, nykiy purai rml elsusi paimE embu dos.

siag eagn tau riwEtun rml mtinulu lao ri msijiea, nyikiy purai rml msinosinoni msijiea.

Jangan biarkan ramdhan hanya menjadi kenangan…

Jangan biarkan al-Qur’an kembali berdebu…

Jangan biarkan sajadah kita kembali sunyi…

laonimai sini tomlEbiku aEKea heder aijgai apciGEt nsb purt ydPEGE dost, aijgai tEpEt nrijm aml edeceG edto npRElu meag ned nnEnuGE, aml kmin npojiea puwaltal mnEnuGEeG nmuni ecedmun.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ:قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أحَبُّ اْلاَعْمَالِ اِلَي اللهِ تَعَالي أدْوَمُهَا وَاِنْ قَلَّ (رواه مسلم)

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang berkelanjutan (istiqamah) walaupun sedikit.” (HR. Muslim)

Saudara-saudaraku yang seiman…

Di hari yang fitri ini, mari sejenak kita menoleh ke samping kita. Jika orang tua kita masih ada, lihatlah guratan keriput di wajah mereka. Lihatlah rambut yang mulai memutih dan tangan yang mulai gemetar itu. Tangan itulah yang dulu mendekap kita saat kita menangis, tangan itulah yang bekerja keras  banting tulang tanpa lelah agar kita bisa berdiri tegak hari ini, dari usaha dan upaya orang tua kitalah yang tanpa  mengenal lelah hingga kita saat ini punya pangkat jabatan bahkan memiliki kekayaan sekalipun.

Sudahkah kita membalas kasih sayang mereka?

mbias ldE aEK an ncroebaGini tomtown nsb mcowni, msirini mpitGi aido abon gKn ntiwini ri pti joPoea, mbias to lpo an nl pEbtuni aidon bhEk aEK mbiasa clai tomtown nsb ednsicoco ph نعوذ بالله من ذلك adorkGEpgh an bsn yiea, taikliG medecG,i nyi an mdorkea ri tomtown linon tEmmuk aehrn tEmedec, nerko edemmE ntob nmet.

Bagi kita yang orang tuanya masih ada: Pulanglah nanti, sujudlah di kaki mereka. Katakanlah, “Ibuuu, Ayaah… maafkan anakmu ini yang belum bisa membahagiakanmu.” Jangan sampai penyesalan datang saat raga mereka sudah terbujur kaku dan tak lagi bisa mendengar suara kita.

Dan bagi kita yang orang tuanya telah tiada: Mungkin Idul Fitri kali ini terasa begitu sepi. Tidak ada lagi tangan yang bisa kita cium, tidak ada lagi terdenganr suara memenggil ”anakku”. Yang tersisa hanyalah nisan yang bisu. Namun ingatlah, takwa yang kita bawa dari Ramadhan adalah hadiah terbaik bagi mereka. Doa anak yang shaleh/shalihah adalah cahaya yang akan menerangi kegelapan kubur mereka.

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Mari kita jaga tiga hal setelah ramadhan:

  1. Jaga shalat kita, karena itulah tiang agama
  2. Jaga al-Qur’an, karena itulah cahaya kehidupan
  3. Jaga hati kita, karena di situlah letak taqwa.

Mari kita tundukkan kepala sejenak, buanglah ego dan kesombongan. Kita berdoa kepada Dzat yang membolak-balikkan hati.

Ya Allah, Ramadhan-Mu telah pergi. Kami takut jika puasa kami hanya menghasilkan lapar dan dahaga. Kami takut jika shalat malam kami hanya menghasilkan lelah dan kantuk.

Ya Allah, jangan Engkau jadikan hari ini sebagai perpisahan terakhir kami dengan bulan Ramadhan. Sampaikanlah umur kami pada Ramadhan tahun depan.

Ya Allah, titipkanlah sifat takwa di hati kami. Jadikanlah kami hamba yang tetap jujur meski tak lagi berpuasa. Jadikan kami hamba yang tetap ruku’ dan sujud meski Ramadhan telah berlalu.

Ya Allah, ya Ghafur… Sayangilah kedua orang tua kami. Jika mereka masih ada, muliakanlah sisa umur mereka. Jika mereka telah tiada, sampaikanlah salam rindu kami hari ini. Luaskanlah kubur mereka seharum taman-aman surga.

رَبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وِارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sidang Idul Fitri yang dirahmati Allah,

Sebagai penutup, pulanglah ke rumah dengan membawa “pribadi yang baru”. Jika ada tetangga yang tak bertegur sapa, dialah yang pertama kali Anda salami. Jika ada saudara yang terputus silaturahminya, dialah yang pertama kali Anda peluk.

Ramadhan boleh berlalu, tapi biarlah Allah tetap bertahta di hati kita selamanya.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Khutbah Kedua

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ. الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَعَادَ الْاَعْيَادَ وَكَرَّرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْأَكْبَرُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ

أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الشَّافِعِ فِي الْمَحْشَرِ, وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَطْهَرِ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْاِسْلَامَ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَصْلِحْ جَمِيْعَ وُلَاةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

Akses naskahnya di sini

Pengumuman

Agenda

Pondok Pesantren As’adiyah

JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia

0853 3344 4993

info@asadiyahpusat.org

www.asadiyahpusat.org