
SENGKANG — Kabar membanggakan datang dari SD As’adiyah Sengkang. Sejumlah santri dipercaya untuk terlibat dalam produksi film Kuru Sumange’, sebuah karya film yang mengangkat nilai-nilai luhur budaya Bugis sekaligus menghadirkan pesan tentang semangat, kerja keras, pantang menyerah, dan gotong royong.
Film yang diproduksi oleh PT. Bale Rakko Production dan disutradarai oleh Irwandi Irgantara tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para santri. Mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk tampil di depan kamera, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, kerja sama, keberanian, dan tanggung jawab selama proses produksi berlangsung.
Dalam film tersebut, dua santri SD As’adiyah dipercaya sebagai pemeran utama, yakni Aisyah Afiqa Alfan dan Muhammad Faiz Reski Faisal. Selain itu, turut terlibat sebagai pemeran pendukung dan bagian dari pemain film yaitu Ahmad Dzakii Rizqi Alfam, Rafani Almahyra Hamka, Ahmadinejad Yamany, Siti Arsyla Wirda Faisal, Muhammad Tsani Yamany, Anindita Khairunnisa Arsyi, Muhammad Naufal Syawal, Atika Zhafira Hamka, Anindya Naura Havindra, Andi Faiqa Faldi, Husna Humairah, Nur Afnhi Zakaria, dan Siti Assyifa Putri Faisal.
Keterlibatan para santri dalam film ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah. Selain menjadi ruang untuk mengembangkan bakat dan kreativitas, pengalaman tersebut juga menjadi sarana pembelajaran di luar kelas yang memperkenalkan kepada anak-anak tentang dunia perfilman sekaligus pentingnya melestarikan budaya lokal.
Kepala SD As’adiyah Sengkang menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap film Kuru Sumange’. Menurutnya, film tersebut memiliki nilai pendidikan yang sangat kuat karena mengangkat nilai-nilai luhur yang hidup dalam budaya Bugis.
“Film ini sangat luar biasa. Melalui Kuru Sumange’ kita diajarkan tentang nilai-nilai luhur budaya Bugis, yaitu semangat, pantang menyerah, kerja keras, dan gotong royong. Cerita dan pesan moral yang disampaikan sangat relevan dengan pendidikan karakter anak-anak kita di sekolah.”
Ia juga menilai penggunaan bahasa dan budaya lokal dalam film tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kecintaan generasi muda terhadap daerah dan identitas budayanya.
“Bahasa dan budaya lokal yang ditampilkan juga membuat anak-anak semakin cinta dengan daerahnya sendiri, Sengkang.”
Lebih jauh, Kepala Sekolah berharap film Kuru Sumange’ tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan inspirasi dan tuntunan bagi generasi muda.
“Film ini bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan. Saya yakin anak-anak yang menonton akan termotivasi untuk memiliki semangat Sumange’ dalam belajar, beribadah, dan berakhlak mulia.”
Film Kuru Sumange’ dijadwalkan tayang di bioskop pada 30 Agustus 2026. Keterlibatan santri SD As’adiyah dalam film tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga yang memotivasi mereka untuk terus berani berkarya, mengembangkan potensi, serta mencintai budaya daerah.
Memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan dan pemusatan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis pondok pesantren. Untuk itu, Pondok Pesantren As’adiyah membuka peluang partisipasi umat dalam mendukung cita-cita luhur tersebut melalui Program Wakaf Produktif.
Hubungi Kami
Alfiyyah, Santriwati As’adiyah Menjadi Paskibraka Provinsi Sulawesi Selatan
Tiga Santriwati MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Sejumlah Penghargaan pada Aduwards Genre Kabupaten Wajo 2026
Meriahkan Kemah Baden Powell’s Day 2025, MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara Umum
Santri MTs As’adiyah Putri Pusat Sengkang Raih Prestasi dalam Perlombaan Seni se-Kabupaten Wajo
Guru Madrasah Aliyah Putri Sengkang Raih Juara III Lomba Media Pembelajaran Tingkat NasionalPondok Pesantren As’adiyah
JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia
