Tepat hari Jum’at 4 September 2015 silam, sekitar pukul 23.15 salah satu Pengasuh Pondonk Pesantren As’adiyah, Direktur Ma’hady Aly As’adiyah kyai Haji Abunawas Bintang berpulang ke rahamatullah, di tahun  2018 tak terasa sudah 3 tahun atas berpulangnya Anregurutta atau lebih akrab dengan sapaan “Gurutta Abba” dikalangan santri Pondok Pesantren As’adiyah.

Mengenang Anre Gurutta Haji Abu Nawas Bintang. Sosok ulama kharismatik dan berwibawa namun tetap rendah hati.
Hidupnya diabdikan untuk agama Allah melalui pendidikan dan dakwah di pondok pesantren As’adiyah. Anre Gurutta merupakan ahli tafsir. Bahkan menurut keterangan tulisan KM.H. Anwar Sadat Abdul Malik. Lc., beliau sempat menulis sebuah tafsir Alquran, tetapi tulisan tersebut habis terbakar saat musibah kebakaran menimpa rumah Anre Gurutta.

Sampai di ujung ajal pun, ketika Anre Gurutta sakit dan dirawat di Rumah Sakit Makassar, Anre Gurutta masih terus mengingat santri-santrinya, bahkan sampai bangku-bangku sekolah pun ia masih khawatirkan. “Maganiro bangkona ananae kesina, Messi babuaku Mitai ananae tudang mangaji na de Gaga bangkona”, Ujar beliau saat sedang berbaring di Rumah Sakit.
Di balik sosok ketegasannya, Anre Gurutta menyimpan rasa cinta yang teramat dalam bagi agama, As’adiyah, dan santri-santrinya.

Dosen Komunikasi Politik UIN Alauddin, Dr Firdaus Muhammad, sosok beliau ulama yang istiqamah, mengabdikan hidupnya semata di As’adiyah Sengkang sejak santri ibtidaiyah hingga wafatnya, almarhum Anregurutta sudah puluhan tahun mendidik santri dan alumni As’adiyah Sengkang serta aktif memberi pengajian kitab kuning di Masjid Agung Ummul Quraa  dan   melalui Radio Suara As’adiyah Sengkang.
Semoga amal ibadah beliau menjadi amal jariyah yang tiada henti-hentinya mengalir sebagai pahala di sisi Allah swt. Amin. Amin. Amin ya Rabb al-alamin.