
Media Center As’adiyah – PDF Ulya As’adiyah Putri Sengkang menyelenggarakan ujian tahfizh yang menjadi kegiatan rutin dalam rangkaian ujian semester, berlangsung pada 12-14 Desember 2023
Kegiatan ini digolongkan dalam tiga kategori utama, yakni Tahfizhul Hadits, Tahfizhul Nazham Alfiyyah, dan Tahfizhul Qur’an, menjadi ujian spesifik yang menyoroti keunggulan santri dalam bidang keislaman.
Wawancara dengan KM. Kasyifa Ilyas, S.Pd.I, sebagai ketua panitia pelaksanaan ujian, mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah menjadi bagian integral dari pengembangan keilmuan santri PDF Ulya As’adiyah Putri. Ujian tahfizh dilaksanakan sebagai evaluasi terhadap kemampuan hapalan santri yang telah dipilih secara khusus berdasarkan persyaratan tertentu.
Pada kesempatan kali ini, sebanyak 108 santri terpilih menjalani ujian yang dipandu oleh enam penguji ahli. Tahfizul Qur’an diuji oleh Baso Iqbal dan Wasiatul Akmal, yang merupakan pembina Masjid Jami’. Sementara Nazam Hadis diperiksa oleh KM. Martang, S.Ag dan KM. Ilham. Nazham Alfiyyah, menjadi kegiatan yang lebih istimewa karena diuji langsung oleh guru ahli ilmu nahwu, Gurutta Drs. KH. Idman Salewe, M.Th.I, bersama dengan guru PDF Ulya Putra, KM. Jamaluddin, S.Pd.
Pelaksanaan ujian ini bukan semata sebagai evaluasi akademis, melainkan juga sebagai aksi nyata dalam mengevaluasi kegiatan ekstra yang diawasi oleh tiga lembaga organisasi kesantrian di Madrasah tersebut. Organisasi Jamiul Qur’ah Wal Huffadzh (JQH), di bawah kepemimpinan KM. Sarina, S.Pd, bertanggung jawab untuk mengevaluasi Tahfizhul Qur’an. JQH menggolongkan santri berdasarkan jumlah juz yang dihapalkan, mencakup 1 Juz, 3 Juz, dan 5 Juz.
Lembaga kedua, Mahkamah Lughah, memberikan pelatihan dan penghapalan Nazham Alfiyyah, dengan ujian mencakup 50, 100, 150, 200, dan 250 bait. Sementara lembaga ketiga, yang menguji hapalan hadis santri, membagi mereka menjadi kategori 5 hadis, 10 hadis, 15 hadis, dan 20 hadis.
Madrasah menjadikan kegiatan tahfizh ini sebagai investasi masa depan para santri, menargetkan agar mereka mampu menghapal minimal 5 juz, 300 bait Nazham Alfiyyah sebelum lulus. Gurutta Drs. KH. Idman Salewe, M.Th.I, memberikan pesan khusus kepada santri untuk membuat perencanaan menghapal Nazham Alfiyyah. Meskipun belum sepenuhnya memahami maknanya, gurutta menekankan bahwa hapalan itu sendiri adalah modal besar. Gurutta juga menyampaikan apresiasi dan keharuannya terhadap kemampuan hapalan para santri, memotivasi mereka untuk terus berusaha dan mengembangkan kualitas keilmuannya.
Melalui kegiatan Tahfizhul Hadits, Tahfizhul Nazham Alfiyyah, dan Tahfizhul Qur’an ini, PDF Ulya As’adiyah Putri Sengkang terus meneguhkan komitmennya dalam membentuk karakter dan keimanan santri. Semoga kegiatan ini menjadi tonggak keberhasilan dan semangat bagi semua pihak yang terlibat. Mari terus berkarya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pembelajaran agama yang kokoh dan mendalam.(nm)
Memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan dan pemusatan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis pondok pesantren. Untuk itu, Pondok Pesantren As’adiyah membuka peluang partisipasi umat dalam mendukung cita-cita luhur tersebut melalui Program Wakaf Produktif.
Hubungi Kami
Meriahkan Kemah Baden Powell’s Day 2025, MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara Umum
Santri MTs As’adiyah Putri Pusat Sengkang Raih Prestasi dalam Perlombaan Seni se-Kabupaten Wajo
Guru Madrasah Aliyah Putri Sengkang Raih Juara III Lomba Media Pembelajaran Tingkat Nasional
MAS As’adiyah Putri Sengkang Raih Juara 3 Pada Parade Paskibra Sekolah Tingkat SMA/SMK/MA SE-SULAWESI SELATAN di MAN Wajo
MAS As’adiyah Putra Macanang Raih Juara 3 Parade Paskibra Sekabupaten WajoPondok Pesantren As’adiyah
JL. Masjid Raya No. 100 Sengkang 90941, Sulawesi Selatan Kab. Wajo, Indonesia
