Kamis 28 Januari 2016 tadi pagi STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) As’adiyah menggelar Seminar Nasional bertempat di Gedung Assa’ada Jalan Andi Magga Amirullah Sengkang.

P1020304

Acara dimulai sekitar pukul 09.00 yang di awali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an kemudian sambutan dan sekaligus membuka acara seminar secara resmi oleh Pimpinan Pengurus Besar (PB) As’adiyah Pusat, Anregurutta Prof. Dr. H. M. Rafii Yunus Maratan, MA. setelah itu pembacaan Do’a yang dipimpin oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA Rektor PTIQ Jakarta.

Acara dihadiri kurang lebih delapan ratus orang diantaranya Prof. Dr. Phil. KH. Qomaruddin Amin, MA, (Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., (Rektor PTIQ Jakarta dan Imam Besar Masjid Itiqlal Jakarta)  Prof. Dr. KH. M. Darwis Hude, MA. (Direktur Pasca Sarjana PTIQ Jakarta) beserta rombongan dari mahasiswa PTIQ Jakarta dan santri, santriwati, mahasiswa STAI, alumni As’adiyah dan juga beberapa dari tamu undangan yang datang dengan berbagai profesi yang berbeda beda.

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA yang juga merupakan sebagai Alumni As’adiyah sekitar tahun 70an memaparkan, semua Anregurutta (AG) di As’adiyah mengajar dengan rasa, bukan dengan rasio. Seandainya AG mengajar dengan rasio, maka berkah di Pesantren As’adiyah tidak ada beliu lanjut yang dimaksud berkah adalah adanya intervensi Allah dalam setiap aktifitas kita. lanjut beliau menambahkan  saat ini di Indonesia, banyak Sekali bertebaran orang – orang Pintar tapi sayang, sangat jarang orang arif.

Pada kesempatan kali ini Prof. Dr. KH. M. Darwis Hude, MA juga selaku alumni As’adiyah menyampaikan dalam acara seminar tersebut bahwa rukun suatu Madrasah itu ada 3,

1) Ustads/Guru,
2) Santri/Murid dan
3) Instrument/Tempat Belajar Mengajar.

Tapi dari ketiga rukun diatas, yang sangat berpengaruh adalah Ustads/Guru yang kreatif. Karena dengan Ustads/Guru yang kreatif maka mkan menghasilkan santri yang sukses.

Sebelum mengakhiri pembicaraannya, beliau mengingatkan kelak jika kalian sudah menjadi orang tua, ingatkanlah putra – putrimu bahwa, Kelak jika kalian sudah baligh maka kalian akan mempertanggung jawabkan perbuatan kalian sendiri.

Setelah acara seminar berakhir sekitar pukul 11.00 tamu undangan PTIQ Jakarta, lanjut mengunjungi Pondok Pesantren As’adiyah Pusat di Jalan Veteran Sengkang sekaligus jamuan makan siang.

foto selengkapnya klik disini