Diantara akhlak terpuji yang sangat mulia disisi Allah Swt. Adalah memiliki sifat “MALU”. Sifat malu itu sangat penting bagi setiap manusia, sebab malu dapat menjadi perisai atau benteng, yang akan melindungi kita agar tidak berbuat sesuatu yang memalukan, tidak meninggalkan perintah Allah, tidak melanggar larangan Allah, dan lain sebagainya. Begitu pentingnya sifat malu itu, dan bahkan dalam Islam, Sifat Malu menjadi identitas kita sebagai seorang muslim. Dari Zaid Bin Thalhah bin Rukanah, Rasulullah Saw bersabda: “Bagi tiap-tiap agama itu ada akhlaknya, dan akhlak islam adalah malu” (HR. Malik, dalam Muwaththa’: 905)

malu
Didalam masyarakat, kita kenal istilah “tak tahu malu”, untuk menyikapi suatu perbuatan yang menyimpang dan tidak sesuai dengan aturan. Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dimana-mana. Pelanggaran terhadap hukum
Negara, misalnya perampokan uang Rakyat atau Korupsi, Peredaran Narkoba, penculikan, dan lain sebagainya. Ini semua terjadi karena kurangnya rasa malu dalam diri.

Yang paling memalukan lagi, banyak Koruptor yang keluar masuk penjara karena tidak ada kapok-kapoknya mencuri uang Rakyat. Artis yang pernah melakukan pornoaksi masih bebas kesana-kemari tampil diatas panggung-panggung hiburan.

Bagi mereka yang sudah terbiasa, mereka tidak malu melakukan hal memalukan tersebut. Wajahnya tergambar dalam Koran, disiarkan di Televisi dan Radio. Mereka terlihat biasa-biasa saja dengan hal itu. Ini semua karena iman yang kurang, iman yang lemah, iman yang nyaris tidak ada lagi di dalam hatinya.
Diantar beberapa kenyataan yang terjadi didalam masyarakat kita, yang juga disebabkan karena kurangnya rasa malu, Remaja-remaja kita, sudah tau bahwa dalam islam pertemuan antara dua lawan jenis ditempat sepi itu dilarang, tapi mereka masih saja melakukannya. Seakan hal itu sudah menjadi hal lumrah bagi  mereka. Na’udzubillah Tsumma Na’udzubillah…

Dari sekian fenomena-fenomena yang memalukan itu, haruslah membuat kita kembali sadar. Sebagai remaja dan pemuda, mari kita kembali merenung. Agama ini janganlah kita jadikan sekedar pelengkap semata, Agama ini adalah jalan hidup, prinsip hidup yang harus kita pegang teguh. Bukankah Islam itu dapat memuliakan mereka yang senantiasa istiqomah berpegang kepadanya? Lalu kenapa kita masih saja terlena dengan kenikmatan-kenikmatan dunia yang justru akan menenggelamkan kita dalam kehinaan?

Siapapun anda, apapun posisi anda dalam masyarakat, baik itu sebagai orang tua, seorang anak, seorang pelajar, seorang mahasiswa, seorang guru, dan lain sebagainya. Anda punya tanggungjawab masing-masing untuk menegakkan agama Allah.

Terkhusus bagi anda sebagai orang tua, kita punya tanggungjawab besar terhadap keluarga, terhadap istri dan anak-anak kita.  ALLAH Swt. Telah mengingatkan kita dalam firmannya: “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih  mudah untuk dikenal , karena itu  mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-ahzab: 59)

Mari kita renungkan firman Allah, lalu kita tanamkan nilai-nilai malu , kita mulai dari diri kita masing-masing, kepada keluarga kita, sanak saudara kita, kemudian kepada masyarakat luas. Sebab diantara banyaknya fenomena-fenomena yang miris terjadi di masyarakat kita, itu karena hilangnya rasa malu.  Korupsi, Narkoba, Perampokan, Pelecehan seksual, dan pelanggaran-pelanggaran yang lain.

InsyaaAllah, jika rasa malu telah tertanam kuat didalam hati kita, maka kita akan terhindar dari hal-hal memalukan tersebut, sehingga Rahmat Allah senantiasa menyertai kita. Wallahu a’lam. (Ahmad Syukur Ibnu Tepu)