Era yang nyata dan tuntutan kontekstual

Assalamu alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh….!

Suatu kebanggaan terbesar dalam hidup saya pernah menjadi seorang santri di PONPES As’adiyah.., terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gurunda yang telah memberikan ilmunya…!


Sekedar berbagi pengalaman kepada para pembaca bahwa lazimnya seorang santri di mata masyarakat adalah seorang yang dianggap fanatik sehingga tidak sedikit dari sekian banyak orang sengaja ingin menguji sejauh mana wawasan keagamaan yang kita miliki baik dari segi aqidah, syariat, hukum dan lain sebagainya.

sebagai contoh pesan keagamaan yang kita sampaikan dituntut dalil yang kuat entah sumbernya dari Al-qur’an atau Al-hadist, hal ini kami anggap layak dan sudah menjadi sebuah keharusan, namun terkadang kita lupa ada hal yang lebih urgent dari sekedar melafalkan dalil tersebut akan tetapi pemahaman secara kontekstual dan pengetahuan kualitas sanad dan asbaabul-wurud jika dalil tersebut bersumber dari Al-hadist, dan asbaabun-nuzul jika dalil sumbernya dari Al-qur’an.

munculnya berbagai aliran-aliran sesat membuat kita harus jauh lebih lihai menanggapi dan memahami setiap pesan keagamaan yang disampaikan oleh setiap tokoh terlebih lagi pesan itu dikuatkan dengan dalil-dalil yang tidak jelas asal-muasalnya sehingga Hal tersebut bisa saja dianggap sebuah kedok dan siasat dari golongan lain yang memiliki maksud memecah-belah.

Dewasa ini kita tidak bisa menutup mata bahwa yang menjadi tantangan terbesar umat islam adalah tekhnologi dunia barat, secara pelan-pelan nilai-nilai agama akan terkikis melalui strategi 4F (Food, Fashion, Films and Funs)jika kita tidak memiliki wawasan yang kuat.

Untuk adik-adik saya yang saat ini masih dibangku santri ataupun pembaca yang budiman perbanyaklah belajar ilmu agama sebagai pedoman dan jangan berhenti belajar ilmu umum untuk mengetahui perkembangan fenomena dunia dan sosial.

Sebagai penutup saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, pengunjung web terlebih lagi kepada Gurunda jika dalam tulisan ini ada kehilafan. Dan kepada Gurutta mohon referensi belajar hadits-hadits shahih.! Sekian dan terima kasih

Kiriman tulisan SUFYAN Alumni MTs II PA Tahun 2002

Tertarik ingin mengirim tulisan silahkan KLIK DISINI

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.