Bahtsul Masail Ma’had Aly As’adiyah Sengkang Resmi Dibuka

Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili H. Mujahid Dahlan resmi buka Forum Bahtsul Masail Ma’had Aly As’adiyah Sengkang di Aula Hotel Sermani Sengkang. Ahad, 5 Desember 2021.

Diketahui, Bahtsul Masail Ma’had Aly As’adiyah Sengkang akan digelar selama 2 hari mulai Senin, 6-7 Desember 2021 dengan mengangkat tema “Hukum Bunga Bank dalam Tinjauan Al-Qur’an, Hadits dan Maqasid Al-Syari’ah.

Selain Bahtsul Masail dalam kesempatan itu juga dirangkaikan Pembukaan Rapat Kerja Nasional ( Rakernas ) Pengurus Harian Asosiasi Ma’had Aly Indonesia ( AMALI ).

Acara pembukaan ini juga dihadiri Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah, 12 Mudir Ma’had Aly se Indonesia hadir melalui Zoom dari berbagai wilayah, Syekhul Ma’had Aly As’adiyah dan Mudir Ma’had Ma’had Aly As’adiyah Sengkang.

Mudir Ma’had Aly As’adiyah, Gurutta Dr. KH. MuhyiddinTahir, S.Ag, M.Th.I. yang juga selaku pelaksana dalam kegiatan itu menjelaskan bahwa Ma’had Aly As’adiyah berdiri sejak 1994 dan eksis sampai saat ini.

“Dari 1994, Ma’had Aly Masih Eksis hingga kini menjalankan pendidikan Takhassus Tafsir Wa’ Ulum Al- Tafsir, ” ungkapnya.

Sementara H. Mujahid Dahlan dari Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan mengaku bahwa Ma’had Aly As’adiyah Sengkang sangat memberikan kontribusi terutama persoalan keummatan.

Sehingga H. Mujahid Dahlan mengatakan bahwa Bahtsul Masail itu sangat tepat dilaksanakan di Ma’had Aly As’adiyah Sengkang.

Dalam kesempatan itu juga Ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia, KH. Nur Hannan berharap agar ulama saat ini tidak hanya aktif pada persoalan “tafakkuh fiddin” tapi juga harus ikut andil dalam merespon perkembangan tekhnologi dan perubahan sosial.

Untuk diketahui, materi dalam acara Bahtsul Masail Ma’had Aly As’adiyah Sengkang itu diantaranya: Bunga Bank dan Riba dalam pandangan Al-Qur’an selaku narasumber, Anregurutta Prof. Faried Wajedy, LC., MA., Bunga Bank dan Riba dalam pandangan Hadits selaku narasumber, Dr. Lukman Arake, LC., MA., sementara Bunga Bank dan Riba dalam pandangan Fiqih Kontemporer (Perspektif Maqasid Al-Syari’ah) dibahas oleh Dr. H. Abdul Rauf Amin, LC., MA. (MY/Jo/)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *