Wisuda Tahfidz Qur’an 30 Juz Berlangsung Haru dan Sejumlah Tahfidz Dapat Penghargaan

Pondok Pesantren As’adiyah kembali menamatkan Hafidz dan Hafidzah berkualitas dari Majelis Qurraa Wal Huffadz As’adiyah Masjid Jami’ Sengkang. Wisuda Tahfidzul Qur’an tersebut berlangsung di Gedung Darmawan, Jl. Andi Pagagaru Sengkang, Kab. Wajo. Minggu, (3/7/22).

Dihadiri oleh Bupati Wajo, H. Amran Mahmud, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Wajo H. Muhammad Yunus, AG. Syuaib Nawang Syaikhul Ma’had Aly, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel AG. H. Hamzah Harun Al Rasyid, Wakil Ketua Umum PP Pontren As’adiyah Gurutta KH. Muhyiddin Tahir, Rektor IAI As’adiyah AG. H. Muh. Yunus Pasanreseng Andi Padi dan segenap Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah

Acara tersebut berjalan dengan khidmat dan penuh haru. Sebanyak 46 santri dan 4 santriwati telah resmi menamatkan 30 juz dan menyandang gelar Hafidz dan Hafidzah.

Ketua majelis Qurra wal Huffadz, Gurutta Al-Hafidz Muhammadong Idris, S.Ag., MM. mengungkapkan rasa syukur dan bangga melihat para hafidz dan hafidzah atas penamatan hari ini. “Alhamdulillah, sebuah kebanggan melihat anak- anak kita telah menyelesaikan hapalan 30 juznya”. Beliau juga mengungkapkan harapan agar ilmu yang didapatkan oleh para santri selama mondok di Pesantren As’adiyah dapat diimplementasikan dalam kehidupan mereka kelak.

Beberapa santri dan santriwati juga mendapatkan penghargaan dalam wisuda ini. Ely Sukmawati sebagai Wisudawan Terbaik, Wasiatul Akmal sebagai Wisudawan Berprestasi, Muhammad Kajar sebagai Wisudawan Teladan, dan Nurussa’adatil Basyariyyah sebagai Wisudawan Terfavorit.

Salah satu diantara mereka, yakni Ely Sukmawati yang berhasil menampatkan hapalan Al-Qur’an 30 Juz dalam kurun waktu 1 tahun 8 bulan itu, mengungkapkan rasa haru, bahagia, dan bangga atas pencapaian dan penghargaan yang diterimanya. Ia juga mengaku tidak menyangka bisa keluar sebagai Wisudawan Terbaik.

Tamu undangan terlihat menikmati seluruh rangkaian acara. Terlebih saat hafidz dan hafidzah diminta untuk mendatangi tempat duduk orang tua masing-masing, lalu mencium dan memeluk mereka. Semua meneteskan air mata, turut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh orang tua para hafidz hafidzah. (Aqillah Fadia)