Aturan Menarik Pisau Dalam Proses Dalam Proses Penyembeliha Hewan Qurban Dalam Islam

Bila sudah tiba bulan Dzulhijjah, perayaan Idul Adha diwarnai dengan penyembelihan hewan qurban. Itulah mengapa Idul Adha sering disebut juga dengan hari raya qurban. Bagi yang sudah mampu secara finansial, maka wajib baginya untuk ikut berqurban.

Seperti diketahui, berdasarkan sidang isbat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama, 1 Dzulhijjah 1443 Hijriah bertepatan pada Jumat, 1 Juli 2022. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada hari Minggu, 10 Juli 2022.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat muslim tidak hanya mempersiapkan diri dengan berbagai ibadah seperti puasa, melainkan juga mempersiapkan diri untuk berqurban.

‎اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ(1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ (3)

Artinya : Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak (1) Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah) (2) Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah) (3)

Tidak hanya berdasar pada tradisi, untuk berqurban, tentu saja sudah ada aturan-aturan tertentu mengenai tata cara penyembelihannya. “Bahkan jika tradisi yang dilakukan secara turun temurun itu bertentangan dengan ajaran agama Islam, maka tradisi itu harus dibuang, termasuk dalam hal penyembelihan”. Ungkap Gurutta KH. Nurdin Maratang, S.Ag.

BERIKUT HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT MENYEMBELIH HEWAN QURBAN

1. Alat penyembelihan
Pertama harus yang diperhatikan adalah alat penyembelihan. Nah untuk alat penyembelihan, apapun bentuknya, yang penting alat tersebut bisa memotong. Ketajaman alat tersebut harus dipastikan bisa memotong hewan qurban dengan satu kali tarikan. Alasannya, kita tidak boleh menyiksa hewan dengan dua kali atau bahkan lebih.

2. Bagian hewan yang terpotong
Minimal dua yang terpotong, yaitu saluran napas dan saluran makanan, sempurnanya 3, termasuk saluran nadi/saluran darah.

3. Arah tarikan pisau
Dalam Islam, tidak diatur mengenai tarikan pisau dari atas kebawa atau dari bawah ke atas. Hanya saja itu tradisi. Hal itu dilakukan dikarenakan di beberapa kondisi saat menyembelih hewan qurban, ketika pisau atau alat penyembelih di tarik dari atas ke bawah, darahnya akan memancar ke atas. Sebaliknya, jika pisau ditarik dari bawah ke atas, darahnya akan mengalir ke bawah.

“Untuk tradisi ini, mau dilakukan ataupun tidak, tidak masalah. Karena tidak bertentangan dengan agama”. Ujar Gurutta Nurdin Maratang.

4. Tahan pisau sesaat setelah melakukan penyembelihan dan biarkan hewan bergerak
Ketika telah berlangsung proses penyembelihan, dianjurkan untuk tidak langsung melepaskan pisau dari bekas sebatan pada leher hewan tersebut. Melainkan tahan dulu, dan biarkan hewan bergerak-gerak. Itu dilakukan agar ketika masih ada urat yang belum putus, dengan bergeraknya hewan, urat tersebut akan putus dengan sendirinya. (Aqillah Fadia)