Berkah Pesantren, Santri As’adiyah Raih Gelar Doktor di United Kingdom

Sukirman merupakan Alumni Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang (Madrasah Aliyah As’adiyah Macanang) pada Tahun 2006.

Baru-baru ini, dia yang berhasil meraih gelar PhD (Doctor of Philosophy) di bidang pendidikan, khususnya kajian kurikulum perguruan tinggi di Queen’s University Belfast. Dalam hal ini, dia berhasil mempertahankan penelitian disertasinya di depan para penguji pada tanggal 10 Juni 2022 dengan hasil yang sangat memuaskan, “as the thesis stands”, lulus tanpa revisi dan diwisuda pada tanggal 15 December 2022. Sungguh sebuah prestasi yang sangat membanggakan dan mengharumkan nama As’adiyah di tingkat international.

Selanjutnya, Sukirman, dosen tetap di Fakultas Terbiyah dan Keguruan IAIN Palopo, kerap menjadi presenter di berbagai konferensi international, misalnya ORTESOL Fall International Conference di Clackamas Community College’s Harmony Campus, Amerika Serikat pada tahun 2019 dan The Fifteenth International Conference on New Directions in the Humanities Di Imperial College London, UK pada tahun 2017.

Sukirman merupakan peraih beasiswa MoRA 5000 doctors scholarships dan LPDP

Memperluas wawasan terkait dengan isu-isu global terkait dengan pengembangan kurikulum pendidikan dan membangun jaringan international untuk melakukan collaborative research merupakan motivasi terbesar Sukirman untuk menuntut ilmu di negeri Ratu Elizabeth, the United Kingdom. Selain itu, dia juga menambahkan, “motivasi saya mengenyam pendidikan diluar negeri agar dapat meningkatkan kemampuan akademik writing untuk publikasi ilmiah di jurnal-jurnal international bereputasi”

Alumni pondok pesantren tertua di Indonesia timur ini juga kerap menjalajahi belahan dunia, seperti Belanda, Belgia, Prancis, Swiss, Itali, Maroko, dan Norwegia.

Perjalanan pendidikan Sukirman di luar negeri ini membuktikan bahwa santri dapat mengejar mimpi setinggi-tingginya. Dia menambahkan bahwa “santri Indonesia memiliki banyak peluang untuk mendapatkan pendidikan gratis melalui jalur beasiswa di beberapa negara maju, seperti Inggris dan USA, dengan kemampuan bahasa asing yang mereka miliki. Oleh karena itu, sebaiknya setiap santri betul-betul memanfaatkan waktunya selama di Pondok untuk belajar ilmu Agama dan Bahasa asing”.

Editor: Saddam Husain Amin